Toleransi Turun-Temurun di Dusun Thekelan, Warga Muslim dan Buddha Sambut Jemaat Gereja saat Natal

Photo Author
Selamet Riyadi, Gertakberita.com
- Jumat, 26 Desember 2025 | 11:39 WIB

Ia menambahkan, tradisi serupa juga dilakukan saat Hari Raya Waisak dan Idul Fitri. Warga dengan keyakinan berbeda tetap hadir untuk saling menyambut dan berbagi kebahagiaan.

“Jadi, bagi kami tidak ada istilah ‘toleransi kebablasan.’ Ini murni kebersamaan sebagai warga,” lanjutnya.

Menurutnya, tradisi tersebut merupakan wujud nyata nilai Bhinneka Tunggal Ika yang telah hidup dan dijalankan dalam keseharian masyarakat.

Tuai Respons Positif Warganet

Unggahan tersebut mendapat sambutan luas dari warganet. Hingga kini, video itu telah ditonton lebih dari 1,4 juta kali, disukai lebih dari 149 ribu akun, serta dibanjiri lebih dari 7 ribu komentar positif.

“Semua berdandan rapi, mereka tahu bagaimana menghargai tuan rumah ataupun tamunya,” tulis akun @s.p**.


“Toleransi itu bukan ikut-ikutan, tapi menghargai dan menerima perbedaan,” komentar akun @rzk**.
“Masya Allah, damai sekali melihatnya,” tulis akun @dod**.


Tradisi toleransi di Dusun Thekelan pun menjadi contoh nyata bahwa kerukunan antarumat beragama bukan sekadar wacana, melainkan dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Selamet Riyadi

Rekomendasi

Terkini

X