Korban Bencana Sumatera Capai 303 Jiwa, BNPB Ungkap Sumut Paling Banyak Menelan Korban

Photo Author
Redaksi Gertak, Gertakberita.com
- Minggu, 30 November 2025 | 09:32 WIB
Menyoroti pernyataan BNPB terkait kondisi terkini korban bencana banjir dan longsor di wilayah Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat. (X.com / KPU Buleleng)
Menyoroti pernyataan BNPB terkait kondisi terkini korban bencana banjir dan longsor di wilayah Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat. (X.com / KPU Buleleng)

Sementara data korban hilang mencapai ratusan orang dan proses pencarian masih terus dilakukan.

Presiden Prabowo Sampaikan Keprihatinan dan Jelaskan Kendala Akses

Di tengah situasi darurat tersebut, Presiden RI Prabowo Subianto sebelumnya menyampaikan keprihatinan mendalam atas bencana yang merendam puluhan kabupaten dan kota di Sumut, Aceh, dan Sumbar. Ia menegaskan bahwa pemerintah bergerak cepat sejak hari pertama kejadian.

Prabowo menjelaskan bahwa pemerintah telah menyalurkan bantuan melalui jalur darat, udara, dan laut. Namun, kondisi di lapangan sangat menyulitkan proses pengiriman logistik.

“Tetapi memang kondisinya sangat berat. Banyak yang terputus, cuaca juga masih tidak memungkinkan,” ucap Prabowo dalam pidatonya saat peringatan Hari Guru Nasional di Jakarta, pada Jumat, 28 November 2025.

Menurutnya, pesawat dan helikopter pemerintah beberapa kali kesulitan mendarat akibat cuaca ekstrem serta minimnya area pendaratan yang aman.

Pengiriman Bantuan Gunakan Hercules dan A-400

Prabowo menambahkan bahwa pemerintah telah mengoperasikan sejumlah pesawat untuk mengirimkan logistik ke titik-titik yang masih terisolasi. “Sejauh ini, pemerintah telah mengirimkan bantuan melalui tiga pesawat Hercules C-130 dan satu pesawat A-400,” jelasnya.

Ia memastikan bahwa pengiriman bantuan akan terus dilakukan secara berkala sesuai kebutuhan di lapangan hingga situasi darurat terkendali.

BNPB bersama TNI, Polri, Basarnas, pemerintah daerah, dan relawan kini fokus pada:

  • pencarian korban hilang,

  • evakuasi warga di wilayah sulit akses,

  • pembukaan jalur transportasi,

  • penyaluran logistik darurat,

  • serta pendirian posko layanan kesehatan dan pengungsian.

Upaya pemulihan infrastruktur dan pendataan kerusakan diperkirakan baru dapat dilakukan setelah fase tanggap darurat selesai.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Yuliarto Mugi Widodo

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X