Ngabang Landak
Perjalanan hidup seseorang kerap kali diuji dengan cobaan yang tak terduga. Namun, kisah Alex Akoran (58), seorang pria kelahiran Kampung Semuhut, Kecamatan Ngabang, pada tahun 1967, ini adalah bukti nyata dari ketangguhan, semangat, dan harapan yang tak pernah padam. Tanpa dampingan orang tua sejak usia dini, Alex berhasil menapaki hidupnya sendiri, melalui masa sulit hingga kini menemukan kebahagiaan dalam bahtera rumah tangga yang ia bangun.
Alex Akoran, tumbuh disebuah perkampungan yang jauh dari kota Kecamatan, harus menerima kenyataan pahit kehilangan kedua orang tuanya dimasa usia yang sangat masih muda. Masa kecilnya jauh dari hangatnya kasih sayang dan perlindungan orang tua seperti anak-anak sebayanya. Ia harus belajar mandiri, berjuang untuk mencari makan sendiri dan tinggalpun sendirian.
"Tidak ada yang mudah," kenang Alex saat ditemui di kediamannya. "Semsa kecil saya, pada saat itu saya harus bekerja serabutan. Mulai dari ikut orang ke ladang, mencari kayu, sampai bantu-bantu orang orang di pasar. Tujuan saya cuma satu, bagaimana caranya saya bisa makan hari ini dan bertahan untuk besok."
Hidup sebatang kara, tanpa figur orang tua, memaksa Alex menjadi pribadi yang ulet dan pantang menyerah. Keterbatasan ekonomi tak membuatnya putus asa untuk mengejar pendidikan. Dengan segala upaya, ia berupaya menyelesaikan sekolah seadanya, sembari terus bekerja untuk membiayai kebutuhan sehari-hari.
Masa remaja dan dewasa muda Alex diwarnai kerja keras yang tak kenal lelah. Berbekal tekad kuat, ia merantau dan mencoba berbagai pekerjaan, mulai dari menjadi buruh kasar hingga mencoba berwirausaha kecil-kecilan. Setiap kegagalan dijadikan pelajaran, dan setiap tetes keringat adalah investasi untuk masa depan yang lebih baik.
Puncak perjuangannya yang penuh lika liku, tiba ketika ia memutuskan untuk berkeluarga. Alex bertemu dengan seorang wanita yang siap menerima dirinya apa adanya, memahami latar belakangnya, dan bersedia menjadi pendamping dalam membangun kehidupan baru.
"Saat bertemu istri, saya tidak punya apa-apa selain semangat," ujar Alex dengan mata berkaca-kaca. "Tapi dia percaya. Dia adalah anugerah terbesar setelah semua kesulitan yang saya lalui."
Kini, di usia 58 tahun, Alex Akoran tidak hanya berhasil bertahan, tetapi juga sukses membangun keluarga yang harmonis. Ia dan istrinya telah dikaruniai beberapa orang anak yang tumbuh dengan kasih sayang dan didikan yang kuat, mengajarkan pentingnya kerja keras dan keikhlasan.
Tim