Lewat QRIS Jelajah Budaya, BI Tegal Gencarkan Digitalisasi dan Promosi Pariwisata

Photo Author
Administrator, Gertakberita.com
- Senin, 25 Agustus 2025 | 04:14 WIB

Gertak.Id, Pekalongan | Kota Pekalongan – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Tegal menggelar QRIS Jelajah Budaya Indonesia di Lapangan Mataram, Kota Pekalongan, 23–24 Agustus 2025. Mengusung tagline “Jelajah Budaya Indonesia, Makin Praktis Pakai QRIS”, kegiatan ini menjadi ajang kolaborasi antara digitalisasi pembayaran dengan pelestarian budaya serta promosi wisata lokal.

Acara dibuka oleh Kepala KPw BI Tegal, Bimala, bersama Kepala Dinparbudpora Kota Pekalongan, Sabaryo Pramono, dan Ketua MES Kota Pekalongan, H.M. Andy Arslan Djunaid. Dalam sambutannya, Bimala menegaskan bahwa program ini merupakan kampanye tahunan Bank Indonesia untuk memperluas literasi sekaligus mempercepat transformasi digital di sektor keuangan daerah.

“QRIS Jelajah Budaya Indonesia bukan sekadar kompetisi, tetapi ruang kreatif generasi muda untuk berinovasi sekaligus mengampanyekan sistem pembayaran digital yang inklusif,” ujar Bimala.

Tercatat 13 kelompok peserta, mayoritas generasi Z, berpartisipasi dengan menyelesaikan berbagai misi mulai dari permainan tradisional, praktik membatik, hingga eksplorasi kuliner dan destinasi wisata khas Pekalongan. Melalui publikasi kreatif yang dihasilkan, para peserta diharapkan mampu memperluas promosi pariwisata kota batik ini hingga ke level nasional maupun internasional.

Menurut Bimala, penyelenggaraan ini memiliki tiga tujuan utama: memperkuat ekosistem pembayaran digital melalui QRIS, mendorong sinergi antara regulator, pelaku usaha, dan masyarakat, serta meningkatkan literasi keuangan digital dengan pendekatan partisipatif.

Kepala Dinparbudpora Kota Pekalongan, Sabaryo Pramono, menyambut baik terselenggaranya kegiatan tersebut. “Selain memperkenalkan budaya dan wisata lokal, kegiatan ini juga memberi peluang nyata bagi UMKM untuk berkembang dengan dukungan sistem pembayaran digital yang lebih aman dan praktis,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus digelar secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya memperkuat branding Kota Pekalongan sebagai kota kreatif, religius, dan ramah wisatawan.

Sementara itu, Ketua MES Kota Pekalongan, H.M. Andy Arslan Djunaid, menilai QRIS turut mendorong inklusi keuangan syariah. “Digitalisasi pembayaran ini selaras dengan visi menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah dunia,” katanya.

Melalui sinergi budaya, wisata, UMKM, dan digitalisasi sistem pembayaran, QRIS Jelajah Budaya Indonesia menjadi bukti nyata peran generasi muda dalam memperkuat ekosistem ekonomi daerah sekaligus mempromosikan kearifan lokal ke ranah global. (mflh)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Administrator

Rekomendasi

Terkini

X