Kapuas Hulu, Kalbar, Gertak.id – Kondisi jembatan penghubung di Desa Nanga Ngeri, Kecamatan Silat Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, kian memprihatinkan. Kerusakan parah yang telah berlangsung lama kembali memakan korban.
Terbaru, pada 10 Agustus 2025, seorang warga terperosok saat melintas di jembatan tersebut. Insiden ini menambah panjang daftar korban akibat minimnya perbaikan infrastruktur vital itu.
Warga setempat menuturkan bahwa kerusakan jembatan ini sudah lama dibiarkan, meski janji perbaikan pernah disampaikan oleh pihak legislatif maupun eksekutif daerah. “Kami sudah berkali-kali mengingatkan, tapi sampai sekarang belum ada perbaikan yang nyata. Sekarang sudah jatuh korban lagi,” ujar salah seorang tokoh masyarakat.
Menanggapi situasi darurat ini, warga mendesak pemerintah daerah untuk:
1. Menutup atau memberi tanda bahaya di jembatan demi mencegah korban berikutnya.
2. Melakukan perbaikan darurat atau membangun jembatan sementara yang aman.
3. Memastikan perbaikan permanen segera dimulai, dengan timeline dan anggaran yang transparan.
-
Selain melapor ke pihak berwenang seperti Dinas Pekerjaan Umum, BPBD, dan kepolisian, warga juga berencana mengajukan surat resmi tuntutan disertai bukti foto dan data korban. Publikasi ke media lokal juga dilakukan agar pemerintah tak lagi mengabaikan kondisi infrastruktur vital ini.
-
“Kami berharap ini jadi perhatian serius. Jembatan ini bukan sekadar penghubung antar desa, tapi urat nadi ekonomi dan keselamatan warga,” tegas perwakilan warga.
Wakabiro Sintang: Dedy