Pekalongan -gertak.id-.Seiring beredarnya isu mengenai dugaan pungutan liar (pungli) dalam kegiatan pelepasan siswa kelas 9 di SMP Negeri 1 Bojong, perwakilan orang tua siswa angkat bicara untuk meluruskan pemberitaan yang berkembang di tengah masyarakat.
Wigati Ningsih (Bu manten lurah Ketitang Kidul) yang akrab disapa Bunda Gati oleh masyarakat, selaku wakil dari wali murid kelas 9, menegaskan bahwa kegiatan pelepasan siswa murni merupakan inisiatif orang tua dan tidak ada paksaan atau permintaan dana dari pihak sekolah.
"Ini murni dari kami, para wali murid. Pihak sekolah tidak pernah meminta dana sepeser pun. Kami sudah melakukan rapat bersama seluruh wali murid, baik yang mampu maupun yang kurang mampu, dan semuanya sepakat," ujar Wigati saat ditemui, Senin (28/4).
Menurut Wigati, dasar utama penyelenggaraan acara pelepasan ini adalah bentuk rasa syukur dan ungkapan terima kasih kepada para guru yang telah mendidik anak-anak mereka selama tiga tahun. Selain itu, banyak siswa yang menorehkan prestasi, sehingga wali murid merasa momentum tersebut patut dirayakan dengan penuh kebersamaan.
"Tujuan kami sederhana, ingin berbagi kebahagiaan dan mengucapkan terima kasih kepada bapak ibu guru. Ini sebagai wujud syukur atas perjalanan pendidikan anak-anak kami," imbuhnya.
Terkait pemilihan lokasi acara di luar lingkungan sekolah, Wigati menjelaskan bahwa hal itu juga atas musyawarah bersama. Salah satu alasan utamanya adalah untuk menjaga agar aktivitas belajar mengajar dan proyek pembangunan di sekolah tidak terganggu.
"Awalnya memang sempat ada wacana dilaksanakan di sekolah. Tapi setelah mempertimbangkan banyak hal, terutama adanya pembangunan yang sedang berlangsung, akhirnya kami, wali murid, bersepakat untuk mencari tempat terdekat yang nyaman dan representatif, namun setelah adanya surat edaran bupati yg tidak memperbolehkan acara diluar sekolah maka pihak wali murid sepakat bersama acara tetap diadakan di sekolah atas ijin dari pihak sekolah," tambahnya.
Adapun terkait iuran yang dikenakan kepada orang tua murid, Wigati memaparkan, besarnya telah disepakati dalam rapat.
"Kami hitung-hitung, jatuhnya sekitar Rp 220 ribu per siswa. Kemudian ada yang mengusulkan untuk dibulatkan menjadi Rp 225 ribu. Ini sudah kesepakatan bersama, termasuk soal penggunaannya," katanya.
Wigati juga menegaskan, sisa dana dari pelaksanaan acara nanti rencananya akan digunakan untuk membantu kebutuhan sekolah, khususnya terkait kegiatan alumni dan pengembangan sarana.
"Ini semua demi kebaikan bersama. Tidak ada niat sedikitpun untuk memberatkan siapapun," tambahnya.
Lebih lanjut, Wigati menuturkan bahwa semangat dari kegiatan ini juga ingin memberikan momen terbaik bagi para siswa yang akan melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya.
"Anak-anak ini butuh semangat. Dengan adanya momen pelepasan seperti ini, kami berharap dapat memberi kesan manis yang akan menjadi bekal semangat mereka ke depan," tuturnya.
Ia berharap, masyarakat bisa memahami bahwa kegiatan ini lahir dari niat tulus orang tua untuk memberikan yang terbaik bagi anak-anak, tanpa ada tekanan ataupun keharusan dari pihak sekolah.
"Semoga acara ini berjalan lancar dan bisa menjadi kenangan indah bagi anak-anak kami, sebagai tanda cinta kami kepada mereka dan kepada bapak ibu guru," pungkasnya. My