Makna Hakiki Puasa Ramadhan

Photo Author
Ahmad Sutikno, Gertakberita.com
- Minggu, 2 Maret 2025 | 07:43 WIB

Sintang, Kalbar , Gertak.id – Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, mubaligh Sajid Ahmad Sutikno menyampaikan pemahaman tentang makna hakiki puasa kepada para hadirin. Dalam uraiannya, beliau menegaskan bahwa puasa bukan hanya ibadah fisik menahan lapar dan dahaga, tetapi juga sarana penyucian jiwa dan peningkatan spiritualitas.

Puasa Sebagai Latihan Ruhani


Menurutnya, puasa memiliki dua aspek utama yang harus dipahami oleh setiap Muslim:

  1. Tazkiya-e-Nafs (Pensucian Jiwa)

    • Puasa melatih manusia untuk mengendalikan hawa nafsunya.

    • Dengan menahan diri dari makanan dan minuman, seorang mukmin belajar untuk lebih mengutamakan kebutuhan ruhani daripada kebutuhan jasmani.

    • Kesabaran dan pengendalian diri selama berpuasa menjadi latihan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.



  2. Tanwirul Qulub (Penyinaran Qalbu)

    • Puasa membuka pintu bagi kedekatan dengan Allah Ta’ala.

    • Dalam keadaan lapar dan dahaga, manusia lebih mudah merasakan kelemahan dirinya dan bergantung sepenuhnya kepada Allah.

    • Orang yang berpuasa dengan penuh keikhlasan akan merasakan tajalli Ilahi, yakni pengalaman spiritual di mana hati mereka dipenuhi dengan cahaya ketakwaan.




Keutamaan Puasa dalam Al-Qur’an dan Kitab Malfudzhat


Mubaligh Sajid Ahmad Sutikno mengutip QS. Al-Baqarah: 183, yang menjelaskan tujuan puasa:

"Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."

Ayat ini menunjukkan bahwa puasa bukan hanya kewajiban, tetapi juga jalan untuk mencapai ketakwaan sejati.

Beliau juga menyampaikan kutipan dari Malfuzat Jilid 3, di mana Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, Imam Mahdi a.s., bersabda:

"Puasa sejati adalah ketika seseorang meninggalkan satu makanan duniawi dan menggantinya dengan makanan rohani, yakni ibadah dan kecintaan kepada Allah Ta’ala."

Puasa sebagai Bekal Kehidupan


Mubaligh Sajid Ahmad Sutikno menegaskan bahwa puasa yang dijalankan dengan penuh kesadaran akan membawa manfaat tidak hanya di bulan Ramadhan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Ketahanan diri, peningkatan ibadah, dan kesadaran akan keberadaan Allah akan membentuk karakter seorang mukmin yang sejati.

Dengan memahami makna hakiki puasa, para hadirin diharapkan dapat menjalankan ibadah ini dengan lebih mendalam, sehingga tidak hanya mendapatkan pahala, tetapi juga merasakan perubahan spiritual yang nyata dalam hidup mereka. (Stk)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ahmad Sutikno

Rekomendasi

Terkini

X