SAMPANG, Gertak.id - Abd. Aziz, mahasiswa aktif Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Institut Agama Islam Nazhatut Thullab (IAINATA) Sampang, berhasil lolos sebagai grand finalis ajang Pemilihan Putra Putri Kebudayaan Jawa Timur 2026.
Pemuda kelahiran Desa Tambak, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang ini menjadi salah satu perwakilan daerah yang masuk grand final setelah melalui serangkaian seleksi ketat.
Pemilihan Putra Putri Kebudayaan Jawa Timur 2026 merupakan kegiatan tahunan yang bertujuan mencari generasi muda berprestasi, memiliki wawasan luas, peduli terhadap pelestarian budaya, serta mampu menjadi duta kebudayaan di tingkat provinsi maupun nasional.
Abd. Aziz menyatakan, motivasinya mengikuti ajang ini adalah untuk mengembangkan potensi diri, memperluas wawasan kebudayaan, dan berkontribusi aktif dalam melestarikan serta mempromosikan budaya Jawa Timur.
“Motivasi saya mengikuti ajang ini adalah untuk mengembangkan potensi diri, memperluas wawasan kebudayaan, serta berkontribusi aktif dalam melestarikan dan mempromosikan budaya Jawa Timur kepada generasi muda dan masyarakat luas,” ujarnya. Rabu, 18 Februari 2026.
Ia menambahkan, ajang ini diselenggarakan oleh paguyuban atau organisasi Putra Putri Kebudayaan Jawa Timur bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur sebagai wadah bagi generasi muda untuk berperan dalam pelestarian dan promosi budaya daerah.
Abd. Aziz juga memaparkan gagasan yang dibawanya, yaitu “Digitalisasi dan Regenerasi Budaya Jawa Timur”. Ia menilai, di era modern ini, generasi muda sangat dekat dengan media sosial dan teknologi, sehingga platform digital dapat dijadikan sarana promosi budaya Jawa Timur agar dikenal secara luas, bahkan hingga tingkat nasional dan internasional.
“Alhamdulillah saya masuk finalis Pemilihan Putra Putri Kebudayaan Jawa Timur 2026 kategori dewasa. Peserta yang masuk finalis ada 19 orang dari ratusan pendaftar. Setelah seleksi berkas, 83 orang lolos seleksi awal. Ajang ini digelar di Kota Malang, tepatnya di Kantor Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang,” jelasnya.
Saat ini, 19 finalis telah kembali ke kota masing-masing menunggu pengumuman waktu karantina dan grand final. Abd. Aziz mengaku bersyukur bisa menjadi bagian dari ajang ini karena mendapatkan pengalaman berharga, relasi baru, dan wawasan yang lebih luas tentang kebudayaan Jawa Timur.
“Ajang ini bukan hanya tentang kompetisi, tetapi tentang proses belajar, bertumbuh, dan memperkuat rasa cinta terhadap budaya daerah,” tutupnya. (*)