Upacara HGN 2025 di Kecamatan Muncang Berlangsung Khidmat, Ratusan Guru Tumpah Ruah di Lapangan Upacara

Photo Author
Atippudin, Gertakberita.com
- Selasa, 25 November 2025 | 11:44 WIB
Antusias Para Guru di Kecamatan Muncang dalam mengikuti Upacara HGN 2025./Dok.Atippudin/Gertak.id
Antusias Para Guru di Kecamatan Muncang dalam mengikuti Upacara HGN 2025./Dok.Atippudin/Gertak.id

Lebak, Gertak.id - Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 di Kecamatan Muncang berlangsung penuh khidmat dan sarat apresiasi. Sejak pukul 07.00 WIB, ratusan guru dari seluruh jenjang pendidikan memadati lapangan SMPN 1 Muncang untuk mengikuti upacara puncak. Jajaran Muspika Kecamatan Muncang turut hadir, mempertegas dukungan pemerintah kecamatan terhadap dunia pendidikan.

Para guru tampil dengan seragam batik PGRI, menciptakan barisan upacara yang rapi dan penuh wibawa.

Dalam upacara tersebut, Camat Kecamatan Muncang, Ferry Mu’min, bertindak sebagai pembina upacara. Beliau menyampaikan amanat resmi dari Ketua PGRI Pusat, yang menyoroti sejumlah isu penting terkait profesi guru di Indonesia.

Salah satu poin yang mendapat perhatian besar adalah perlindungan profesi guru. Ia menyoroti bahwa masih ada kasus-kasus kriminalisasi terhadap guru, sehingga diperlukan aturan yang lebih kuat, sistem pendampingan, dan perlindungan menyeluruh agar guru dapat mengajar dengan tenang tanpa rasa takut.

Ferry Mu’min menegaskan pesan tersebut di hadapan seluruh peserta upacara, “Guru harus dilindungi, dihormati, dan diberikan ruang aman untuk mendidik. PGRI berkomitmen memperjuangkan perlindungan profesi agar guru dapat fokus mengajar tanpa khawatir ancaman hukum yang tidak adil.”ujarnya

Amanat tersebut mendapat respons positif dari para guru yang hadir, yang merasa bahwa isu perlindungan profesi memang menjadi kebutuhan mendesak.

Salah satu guru peserta upacara, Wahid Hasim, menyampaikan bahwa peringatan Hari Guru Nasional menjadi momen refleksi mendalam bagi para pendidik.

“Hari Guru Nasional membuat kami kembali ingat bahwa profesi ini adalah pengabdian. Guru itu lentera. Sekecil apa pun cahayanya, tetap berarti bagi banyak orang,” ujar Wahid Hasim.

Ia menambahkan bahwa dukungan Muspika serta perhatian yang disampaikan dalam amanat Ketua PGRI Pusat menumbuhkan optimisme baru bagi guru-guru di Kecamatan Muncang.

“Kami merasa dihargai dan diperhatikan. Perlindungan profesi sangat penting karena guru bekerja dengan niat mendidik, bukan mencelakai,” tegasnya.

Guru lainnya, Aan Karman, turut memberikan komentar positif terhadap suasana peringatan HGN 2025.

“Setiap tahun, peringatan Hari Guru selalu spesial. Tapi tahun ini terasa lebih hidup karena semua terlibat, Guru, Muspika, juga masyarakat. Semangat kebersamaan inilah yang membuat pendidikan di Muncang terus maju,” ujarnya.

Aan menilai bahwa amanat terkait perlindungan guru menjadi penyemangat besar bagi para pendidik untuk terus menjalankan tugas tanpa rasa takut.

Upacara HGN 2025 yang menjadi puncak rangkaian kegiatan HUT PGRI dan Hari Guru Nasional di Kecamatan Muncang membuktikan kuatnya semangat kebersamaan antarpendidik. Kehadiran Muspika Kecamatan Muncang turut memperkuat kolaborasi dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: M Faiz Afianda

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X