Dalam dua jam sebelum makan, anak tidak boleh mengonsumsi makanan atau minuman selain air putih.
Lalu, waktu makan dibatasi maksimal 30 menit, dan dua jam setelah makan anak juga tidak diberi makanan lain.
Cara ini melatih perut anak untuk merasa lapar pada waktu yang tepat.
2. Batasi Waktu Makan Maksimal 30 Menit
Jika sudah lewat 30 menit, hentikan aktivitas makan. Jangan khawatir jika makanan belum habis — ini membantu anak mengenali rasa lapar dan kenyang secara alami.
3. Beri Aba-Aba Sebelum Waktu Makan
Beritahu anak 10–15 menit sebelumnya, misalnya,
“Nak, kalau jarum jam di angka 12, kita berhenti main dan makan siang, ya.”
Langkah kecil ini membantu anak beralih dari waktu bermain ke waktu makan tanpa drama.
4. Latih Anak Makan Sendiri
Biarkan anak menentukan porsi dan mencoba makan sendiri, meski berantakan. Hindari komentar negatif, dan beri pujian sederhana seperti “Wah, kamu hebat bisa makan sendiri.”
5. Jangan Memaksa Habiskan Makanan
Jika anak menolak makan, berhenti sejenak dan tawarkan lagi tanpa memaksa. Bila masih menolak, akhiri waktu makan agar anak tidak trauma terhadap kegiatan makan.
6. Beri Camilan di Waktu yang Tepat
Camilan diberikan 2–3 jam sebelum makan utama, dalam porsi kecil dan bergizi. Hindari camilan tinggi gula atau garam agar anak tetap lapar saat waktu makan tiba.
7. Jangan Jadikan Camilan Sebagai Imbalan
Hindari berkata, “Kalau habiskan nasi, nanti Mama kasih es krim.”
Anak bisa jadi lebih tertarik pada hadiah ketimbang makanannya, dan menganggap makan utama sebagai kewajiban.