Kal-Bar, Gertak.id// - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda wilayah Lintang Batang, Kubu Raya, Kalimantan Barat.
Kobaran api yang menyala merah terus meluas dan membakar lahan gambut, hingga pemadaman dilakukan sampai Senin, 31 Agustus 2026.
Titik api di wilayah tersebut muncul sejak Sabtu, 29 Agustus 2026 dan para petugas pemadam kebakaran terus berjibaku untuk memadamkan api.
Tak hanya membakar area lahan, api juga mulai mendekati kawasan permukiman warga dan satu SPBU Lintang Batang.
Gotong Royong Warga Buka Posko, Bagi Makan Gratis untuk Pemadam
Di tengah upaya untuk memadamkan api, terselip kisah menghangatkan saat warga saling membantu untuk mencukupi kebutuhan logistik tim gabungan dan relawan pemadam kebakaran.
“Sampai subuh hari masih pemadaman api di Lintang Batang. Lelah, letih, mata terasa perih, namun kami harus saling support, saling menyemangati, berdiri bersama menghadapi kebakaran lahan ini,” tulis keterangan dalam unggahan video di akun Instagram @rita_bersamakalian pada Senin, 31 Agustus 2026.
Dalam video yang sudah diputar lebih dari 280 ribu kali penayangan itu menunjukkan sejumlah relawan membagikan makanan gratis kepada tim gabungan yang turun untuk memadamkan api.
“Kita hari ini di SPBU Lintang Batang, sediakan makanan gratis untuk seluruh tim gabungan pemadam kebakaran,” ujar Rita dalam videonya.
“Makan gratis di SPBU Lintang Batang, untuk mengisi kembali energi yang seharian terkuras di lapangan, sehat-sehat semuanya,” imbuhnya.
Video tersebut lantas menunjukkan para petugas dan relawan, mulai dari antre makanan hingga makan bersama di area SPBU.
Kendala Akses Air untuk Pemadaman Api
Akses air untuk pemadaman kawasan di Lintang Batang juga menjadi kendala.
Pasalnya, sumber air terletak cukup jauh dengan titik api.
“Di Lintang Batang, daerah Trans Kalimantan. Ini semuanya merah,” ucap Rita.