Pertamina Pastikan Stok BBM Aman di Atas 21 Hari, Cadangan Energi Terus Dijaga Jelang Ramadan dan Idulfitri 2026

Photo Author
Atippudin, Gertakberita.com
- Jumat, 6 Maret 2026 | 10:50 WIB
Pertamina Pastikan Pasokan BBM Stabil, Cadangan Energi Nasional Terjaga./Dok.JPromedia
Pertamina Pastikan Pasokan BBM Stabil, Cadangan Energi Nasional Terjaga./Dok.JPromedia

Jakarta, Gertak.id - PT Pertamina (Persero) memastikan pasokan energi nasional tetap terjaga, terutama menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026. Perusahaan energi milik negara tersebut melakukan berbagai langkah penguatan pasokan (build-up) untuk produk energi seperti bahan bakar minyak (BBM) dan LPG.

Mengacu pada ketentuan pemerintah, Pertamina telah mengamankan cadangan energi nasional di atas batas minimum yang ditetapkan, yakni berkisar antara 21 hingga 23 hari. Bahkan, untuk sejumlah produk tertentu, cadangan energi disebut mencapai hingga 35 hari.

Cadangan tersebut tidak berarti akan habis setelah melewati periode tersebut. Pertamina menegaskan bahwa stok energi terus dijaga melalui penambahan pasokan secara berkelanjutan guna memastikan ketersediaan tetap berada pada level aman.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menjelaskan bahwa standar cadangan yang ditetapkan pemerintah menjadi ambang batas pengamanan yang harus selalu dipertahankan.

“Acuan cadangan Pemerintah menjadi ambang batas pengamanan yang harus selalu dipertahankan. Selama distribusi dan suplai berjalan normal, stok terus mengalami pergerakan, sehingga Pertamina terus menjaga cadangan di atas level minimum. Ini menjadi langkah mitigasi risiko dan bentuk komitmen Pertamina dalam menjaga ketahanan energi,” kata Baron dalam keterangan resmi, Jumat (6/3).

Untuk memastikan stabilitas pasokan, Pertamina melakukan pemantauan ketat melalui sistem Pertamina Digital Hub, yakni sistem pengawasan dan pengendalian pasokan energi yang terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir.

Melalui sistem tersebut, perusahaan dapat memantau kondisi operasional secara menyeluruh. Pada sektor hulu, kegiatan operasional dipastikan berjalan sesuai standar agar target produksi dari setiap entitas tetap terjaga.

Sementara itu, pada sektor hilir, Pertamina memantau pergerakan kapal yang mengangkut minyak mentah maupun produk BBM, termasuk proyeksi waktu kedatangan pasokan yang akan diolah di enam kilang milik Pertamina. Optimalisasi operasional kilang dalam negeri juga terus dilakukan untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

Selain itu, pemanfaatan teknologi turut memudahkan pemantauan distribusi hingga ke tingkat outlet penjualan. Pertamina dapat memonitor pergerakan armada mobil tangki yang mendistribusikan BBM ke SPBU, sekaligus memantau ketersediaan stok di setiap SPBU.

“Melalui satu dashboard terpadu, Pertamina dapat mengidentifikasi pergerakan konsumsi BBM dan LPG di setiap wilayah, sehingga langkah antisipatif dapat dilakukan lebih dini apabila terjadi peningkatan permintaan, kondisi cuaca ekstrem,maupun dinamika global yang berpotensi memengaruhi rantai pasok energi,”tegas Baron.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Atippudin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X