UKP Mendengar di Banyumas, Raffi Ahmad Serap Aspirasi Ekosistem Kreatif Banyumas–Cilacap

Photo Author
Atippudin, Gertakberita.com
- Sabtu, 17 Januari 2026 | 16:39 WIB
Raffi Ahmad Dialog Langsung dengan Pelaku Ekonomi Kreatif Banyumas–Cilacap./Dok.Promedia
Raffi Ahmad Dialog Langsung dengan Pelaku Ekonomi Kreatif Banyumas–Cilacap./Dok.Promedia

Banyumas, Gertak.id - Utusan Khusus Presiden Bidang Pekerja Seni dan Kepemudaan yang juga Wakil Ketua Umum Indonesia Creative Cities Network (ICCN), Raffi Ahmad, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Banyumas melalui kegiatan bertajuk “UKP Mendengar”, Sabtu (17/1/2026). 

Kegiatan ini menjadi forum dialog langsung antara negara dan pelaku ekosistem seni serta ekonomi kreatif di daerah.

Program tersebut digagas bersama ICCN dan Komite Ekonomi Kreatif Provinsi Jawa Tengah sebagai upaya memperkuat konektivitas kebijakan pusat dan daerah, sekaligus memperdalam pemahaman terhadap tantangan riil yang dihadapi pelaku kreatif di tingkat komunitas.

Kegiatan berlangsung di Sanggar Rianto Dance Studio, Banyumas, dan menjadi ruang pertemuan lintas komunitas, lintas subsektor, serta lintas wilayah kreatif. 

Raffi Ahmad hadir tidak hanya sebagai Utusan Khusus Presiden, tetapi juga sebagai Wakil Ketua Umum ICCN. Ia didampingi Dimas Herdy Utomo selaku Ketua Bidang Pemasaran dan Pembiayaan Komite Ekonomi Kreatif Provinsi Jawa Tengah sekaligus Exco ICCN, Aldi N.K. Abidin selaku Deputi 1 Tata Kelola, Partisipasi, dan Urusan Hukum ICCN, serta Romi Angger Hidayat, Founder Cilacap Kreatif dan Wakil Direktur Strategi Jenama ICCN.

Acara dibuka dengan tarian pembuka dari anggota Sanggar Rianto Dance Studio, menegaskan posisi Banyumas sebagai Kabupaten Kreatif subsektor Seni Pertunjukan yang telah ditetapkan oleh kementerian. Suasana dialog berlangsung cair dan partisipatif, dengan pendekatan setara antara negara dan pelaku seni, tanpa nuansa seremonial yang kaku.

Forum ini turut melibatkan jejaring komunitas ICCN dari wilayah sekitar, di antaranya Sanggar Kamulyan Sindureja Banyumas serta perwakilan Cilacap Kreatif. Banyumas dan Cilacap ditampilkan sebagai dua kabupaten kreatif yang saling melengkapi, dengan kekuatan seni pertunjukan di Banyumas dan subsektor Film, Animasi, dan Video (FAV) di Cilacap, sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi lintas wilayah.

Ratusan anggota komunitas kreatif Banyumas hadir mewakili 17 subsektor ekonomi kreatif. Selain sanggar dan komunitas seni, kegiatan ini juga menghadirkan tenant Peken Banyumasan, pasar artisan berbasis komunitas yang tumbuh secara organik. Sejumlah tenant yang terlibat antara lain TemuWan (minuman rempah), Dug Press, Galaksi Gesang, Tresna Studio, dan Arkakala, yang merepresentasikan keragaman produk kreatif berbasis narasi lokal dan nilai artisan.

Dalam dialognya, Raffi Ahmad menegaskan bahwa “UKP Mendengar” dirancang sebagai ruang untuk menyerap aspirasi langsung, bukan sekadar kunjungan simbolik. Ia menekankan pentingnya penguatan ekosistem secara menyeluruh.

"Negara perlu hadir untuk memastikan adanya ruang produksi, jalur pengembangan talenta, akses pasar, serta apresiasi yang berkelanjutan bagi pekerja seni dan pelaku kreatif," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Exco ICCN Dimas Herdy Utomo menyoroti pentingnya penguatan kelembagaan ekonomi kreatif daerah, khususnya peran komite ekonomi kreatif sebagai simpul kolaborasi multipihak.

"Tantangan utama di daerah bukan pada kurangnya kreativitas, melainkan pada sinkronisasi kebijakan, akses pembiayaan, dan kesinambungan program agar tidak bergantung pada figur atau momentum tertentu," jelasnya.

Sementara itu, Wakil Direktur Strategi Jenama ICCN, Romi Angger Hidayat, memaparkan pengalaman Cilacap sebagai Kabupaten Kreatif subsektor FAV yang tengah membangun ekosistem dari hulu hingga hilir.

"Banyumas dan Cilacap memiliki potensi kolaborasi strategis, terutama dalam pertukaran praktik baik antar komunitas dan penguatan jejaring ICCN di tingkat regional," ungkapnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: M Faiz Afianda

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X