Tambang Batubara di Muara Enim Tutup, Ekonomi Masyarakat Terancam

Photo Author
Khairil Akhyar, Gertakberita.com
- Rabu, 14 Januari 2026 | 16:50 WIB

Muara Enim, Gertak.id // Tambang batubara, merupakan salah satu lapangan kerja yang menjadi tujuan utama masyarakat Kabupaten Muara Enim di antara sekian banyak lapangan pekerjaan yang ada. Suatu kebanggaan bagi individu dan keluarga apabila salah seorang dari anggota keluarga mereka menjadi karyawan perusahaan tambang, terlebih lagi seorang kepala keluarga yang notabene merupakan pencari nafkah keluarga.

Hal inilah yang menimbulkan berbagai opini di masyarakat terkait akibat dari penghentian operasional beberapa perusahaan tambang yang terjadi akhir-akhir ini di kawasan IUP yang ada di Kecamatan Lawang Kidul dan Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Selasa (13/01/2026).

Opini lahir dengan berbagai pandangan, terutama kekhawatiran serius akan dampak ekonomi seperti, hilangnya pekerjaan dan mata pencaharian serta yang lebih dikhawatirkan lagi akibat dari ekonomi yang semakin terhimpit, akan timbulnya tindakan kriminal.

Seseorang cenderung akan berbuat apa saja menjamin anak dan istri mereka tercukupi dalam hal ekonomi. Dampaknya akan menimbulkan gangguan keamanan atau gangguan kamtibmas dilingkungan masyarakat. 

Pencurian, meremasan, pembegalan dan tindakan anarkis lain cenderung akan timbul. Serta ancaman bagi pendidikan anak-anak, mereka terancam putusnya sekolah karena orang tua tidak mampu lagi memenuhi kebutuhannya.

Selain dampak itu juga terjadi pada bidang usaha di luar kawasan pertambangan, yakni dijalur lalu lintas umum yang selama ini lalui oleh mobilisasi batubara. Diantaranya, usaha warung nasi dan kopi, tambal ban, bengkel mobil akan berakibat sepi pembeli.

Sebagian besar masyarakat, terutama pekerja tambang dan masyarakat adat yang bergantung langsung pada operasional tambang, cenderung menolak penutupan. 

Alasan utama mereka meliputi kehilangan lapangan kerja. Ribuan pekerja terancam Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan kehilangan satu-satunya sumber pendapatan mereka, yang menimbulkan efek domino ekonomi di komunitas lokal.

Bagi masyarakat di Kecamatan Lawang Kidul dan Tanjung Agung, Muara Enim, tambang dianggap sebagai sumber kehidupan dan kesejahteraan yang nyata, yang membantu mereka keluar dari kemiskinan dan membuka akses pada kemapanan dalam bidang ekonomi.

Masyarakat penikmat manfaat dari adanya tambang batubara, karyawan dan para pelaku usaha yang bergantung pada aktivitas tambang, berharap kepada pemerintah untuk mempersiapkan solusi dan alternatif sebelum jalur khusus Hauling batubara mulai di operasikan.

Mereka berharap pemerintah tetap memberi izin mobilisasi batubara melintas di jalan umum, sampai jalur khusus benar-benar telah siap lewati. Meskipun dengan beberapa regulasi yang harus tetap dipatuhi oleh pengusaha transportir dan supir, agar aktivitas mereka tidak merugikan bagi mereka terutama bagi pengguna jalan umum lainnya.

Dengan demikian diharapkan roda ekonomi akan terus berputar, sehingga kesejahteraan masyarakat dan tarap ekonomi akan tetap stabil di wilayah mereka.

(Y2n)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yuliarto Mugi Widodo

Rekomendasi

Terkini

X