“Setelah itu paralel sungai. Itu sungai-sungai kecil nanti masuk ke sungai Tamiang yang besar. Sungainya muaranya sudah seperti itu, tumpukan sedimen yang luar biasa banyak itu jadi memblok aliran dari sungai mau ke laut,” terangnya.
Kondisi tersebut, lanjut Tito, berpotensi memicu banjir baru meski intensitas hujan relatif rendah.
“Akibatnya apa yang terjadi? Hujan dikit saja airnya tumpah ke kanan-kiri, menimbulkan banjir baru,” sambungnya.
Berdasarkan jadwal yang dirilis Muhammadiyah, awal Ramadan 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada 18 Februari 2026. Dengan demikian, pemerintah masih memiliki rentang waktu terbatas untuk mengoptimalkan pembersihan lumpur sebelum memasuki bulan puasa.
Artikel Terkait
Tegas, Mendagri Sanksi Bupati Aceh Selatan Pemberhentian 3 Bulan
Bupati Aceh Selatan Resmi Diberhentikan Sementara, Mendagri Tito Ungkap Pasal yang Dilanggar
Mendagri Tito Karnavian Dorong Kepala Desa Percepat Data Bantuan Korban Bencana di Aceh