Mahfud MD Soroti Teror terhadap Influencer yang Viral di Medsos, Negara Diminta Jamin Rasa Aman Warga

Photo Author
Atippudin, Gertakberita.com
- Rabu, 7 Januari 2026 | 16:53 WIB
Mahfud MD Ingatkan Bahaya Teror di Medsos : Bicara Sedikit Langsung Diintimidasi./Dok.(Instagram.com/@mohmahfudmd)
Mahfud MD Ingatkan Bahaya Teror di Medsos : Bicara Sedikit Langsung Diintimidasi./Dok.(Instagram.com/@mohmahfudmd)

Jakarta, Gertak.id - Aksi teror terhadap aktivis dan influencer atau pemengaruh mencuat pada penghujung tahun 2025. Rentetan intimidasi tersebut diduga berkaitan dengan kritik sejumlah figur publik terhadap penanganan bencana di Sumatera yang terjadi pada November 2025 lalu.

Sejumlah pemengaruh dengan jumlah pengikut besar menilai pemerintah lamban dalam merespons dan menangani dampak bencana. Kritik itu kemudian disusul berbagai bentuk intimidasi, mulai dari serangan digital hingga teror fisik berupa pengiriman bangkai hewan.

Terkait fenomena tersebut, mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, turut angkat bicara.

Dalam siniar YouTube Mahfud MD Official pada Rabu, 7 Januari 2026, Mahfud menegaskan bahwa negara memiliki kewajiban menjamin rasa aman bagi setiap warga negara dalam menggunakan hak-hak konstitusionalnya.

"Kita pasti setuju, negara ini harus aman, dan harus ada ketertiban bagi orang-orang yang mengutarakan pendapat," terang Mahfud.

Guru Besar Hukum Tata Negara itu menekankan bahwa negara tidak boleh membiarkan individu maupun institusi mana pun melakukan teror, baik secara terselubung maupun terbuka, terhadap warga negara yang sedang menjalankan aktivitasnya.

"Ini tak boleh terjadi lagi, bicara sedikit di medsos diteror," tegas Mahfud.

Ia juga mengingatkan agar kasus-kasus teror tersebut tidak dibiarkan berlarut tanpa kejelasan penanganan. "Jangan biarkan ini terus berlangsung dan tidak terungkap. Tidak ada penjelasan sama sekali, kan tidak boleh," tambahnya.

Mahfud menilai, pembiaran terhadap satu kasus teror berpotensi membuka ruang terjadinya peristiwa serupa di kemudian hari. "Jika satu hal ini Anda biarkan, Anda suatu saat akan mengalami hal yang sama," tandasnya.

Sebelumnya, beberapa kasus teror terhadap aktivis dan influencer sempat mengemuka. Pada 30 Desember 2025, Manajer Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik, mendapat ancaman dari orang tak dikenal. Rumah aktivis lingkungan tersebut dikirimi bangkai ayam yang diletakkan di teras tanpa pembungkus.

Berdasarkan keterangan Greenpeace, bangkai ayam itu ditemukan dengan selembar kertas yang diikat di bagian kakinya. Kertas tersebut berisi ancaman terhadap Iqbal.

"Jagalah ucapanmu apabila anda ingin menjaga keluargamu. Mulutmu harimaumu," demikian pesan yang tertera.

Kasus lain dialami kreator konten Sherly Annavita setelah menyampaikan pandangannya terkait penanganan bencana Sumatera.

Melalui akun Instagram resminya @sherlyannavita pada 30 Desember 2025, Sherly mengungkapkan bahwa dirinya menerima teror berupa pesan ancaman ke nomor pribadi dan akun media sosial selama beberapa hari.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: M Faiz Afianda

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X