Transformasi dan Inovasi PT PAL Dorong Kedaulatan serta Kemandirian Maritim Nasional

Photo Author
Atippudin, Gertakberita.com
- Sabtu, 3 Januari 2026 | 17:39 WIB
Industri pertahanan dalam negeri mencatat sejarah baru lewat peluncuran Frigate Merah Putih (FMP) pertama di fasilitas PT PAL Indonesia, Surabaya, Kamis (18/12/2025)./Dok.Antara
Industri pertahanan dalam negeri mencatat sejarah baru lewat peluncuran Frigate Merah Putih (FMP) pertama di fasilitas PT PAL Indonesia, Surabaya, Kamis (18/12/2025)./Dok.Antara

Surabaya, Gertak.id - Kebangkitan PT PAL Indonesia dari kondisi krisis menuju perusahaan strategis berdaya saing global dinilai menjadi momentum penting bagi penguatan sektor kemaritiman dan kemandirian nasional.

Transformasi tersebut tidak hanya mendorong peningkatan kinerja korporasi, tetapi juga membuka peluang pengelolaan sumber daya laut yang lebih produktif, berkelanjutan, serta berbasis teknologi dan inovasi.

Keberhasilan PT PAL dipandang sebagai sinyal positif kebangkitan industri maritim nasional yang memiliki peran strategis dalam mendukung pertahanan negara, pertumbuhan ekonomi, serta kesejahteraan masyarakat. Sejumlah produk unggulan yang dihasilkan menunjukkan kapasitas industri pertahanan nasional dalam membangun kekuatan laut secara mandiri.

Dua produk terbaru PT PAL, yakni Kapal Selam Otonom Tempur (KSOT) dan Kapal Frigate Merah Putih KRI Balaputradewa-322 (BPD), menjadi bukti konkret kemampuan nasional menciptakan alutsista modern. Kehadiran kedua platform tersebut sekaligus memperkuat kedaulatan laut Indonesia.

KSOT, kapal selam tanpa awak yang telah melaksanakan uji tembak torpedo perdana di perairan Surabaya pada 30 Oktober 2025, menandai lompatan besar teknologi pertahanan laut nasional. Dirancang untuk operasi tempur otonom serta misi pengintaian bawah laut, KSOT mencerminkan penguasaan teknologi alutsista yang inovatif.

Sementara itu, Kapal Frigate Merah Putih KRI Balaputradewa-322, sebagai frigate pertama dari dua unit pesanan Kementerian Pertahanan RI, memperkuat armada TNI Angkatan Laut. Kapal tempur multirole tersebut tidak hanya menunjukkan kemajuan teknologi nasional, tetapi juga menegaskan kapasitas industri pertahanan dalam negeri membangun kekuatan laut secara mandiri.

Dampak transformasi PT PAL dinilai melampaui capaian korporasi semata, karena turut memperkuat fondasi pengelolaan potensi kelautan nasional secara modern dan terintegrasi. Penguatan industri maritim dipandang berkelindan langsung dengan kepentingan pertahanan dan ekonomi nasional.

Akademisi dan pakar manajemen sumber daya manusia, Prof. Achmad Tjachja Nugraha, menilai transformasi PT PAL mencerminkan pentingnya kepemimpinan strategis, tata kelola organisasi yang sehat, serta penguatan kualitas SDM dalam mengangkat BUMN strategis dari ambang krisis menjadi institusi berdaya saing global.

“Keberhasilan PT PAL tidak hanya diukur dari produksi kapal atau kinerja keuangan, tetapi juga dari keberhasilan membangun SDM unggul dan melakukan reformasi struktural,” kata Prof. Achmad, Jumat (2/1/2026), di Bandung.

Guru Besar Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu menilai capaian PT PAL menegaskan kuatnya fondasi industri maritim nasional, yang tercermin dari peningkatan pendapatan serta backlog kontrak bernilai besar.

Menurutnya, PT PAL diharapkan tidak hanya berperan sebagai produsen alutsista laut, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi teknologi maritim yang berdampak langsung bagi sektor perikanan dan nelayan.

“Sebagai negara maritim, pengembangan teknologi kapal, sistem navigasi, dan inovasi kelautan harus diarahkan untuk memperkuat pertahanan sekaligus mendukung ekonomi kelautan,” ujarnya.

Sebagai Ketua Umum KASAI, Prof. Achmad menegaskan penguatan industri perkapalan nasional memiliki keterkaitan erat dengan kesejahteraan masyarakat. Ia menilai pertahanan laut yang kuat dan ekonomi kelautan yang produktif harus dibangun secara beriringan.

Ia juga menyebut transformasi PT PAL dapat menjadi rujukan bagi BUMN strategis lainnya, khususnya dalam hal restrukturisasi organisasi, peningkatan kompetensi SDM, pembangunan ekosistem industri terintegrasi, serta kepastian regulasi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: M Faiz Afianda

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X