"Dan ada tulisan ancaman, 'Kalau kamu masih berbicara, masih apa, jaga ucapanmu di sosial media', Terus ada foto saya, terus di leher saya di kayak diiris gitu, dipotong,” beber Donny.
Donny mengungkapkan alasan pelaporan tersebut karena ancaman dinilai telah melampaui batas personal.
"Kalau ancaman masih berupa tulisan, menurut saya enggak usah dilaporkanlah, gitu kan,” ucapnya.
Ia berharap aparat kepolisian segera mengungkap kasus tersebut.
"Maksud saya, ini harus diungkap segera. Kalau enggak diungkap, nanti persepsi publik terhadap pemerintah jadi buruk," tandasnya.
Peristiwa ini memunculkan simpati dari sebagian masyarakat. Namun, di sisi lain, muncul pula pihak yang meragukan kebenaran teror tersebut.
Salah satunya datang dari pengacara sekaligus Ketua Organisasi Kemasyarakatan Ternak Mulyono (Termul), Firdaus Oiwobo.
Melalui unggahan video di akun Instagram @m.firdausoiwobo_sh pada Kamis, 1 Januari 2026, Firdaus menyampaikan kritik keras terhadap Donny dan menuding peristiwa itu sebagai sandiwara.
"Donny, baru ngerasain diancam. Baru ngerasain diancem saja sudah koar-koar ke sana ke sini, Mulutmu fitnah memulu isinya," cetus Firdaus.
Firdaus juga menyebut adanya dugaan motif politik di balik laporan tersebut.
"Anda jangan playing victim, bisa jadi itu rekayasa. Nanti menuduh satu orang di pemerintah, padahal itu rekayasa politik," ucapnya.
Ia turut menyatakan bahwa Donny tidak memiliki pengaruh besar.
"Anda itu enggak punya pengaruh apa-apa. Boleh mengkritik, tapi jangan menghina orang," tandasnya.
Artikel Terkait
46 Saksi Diperiksa usai Insiden Ledakan SMAN 72 Jakarta, Lihat Lagi Temuan Peledak Rakitan di Lokasi Kejadian
Buntut Ledakan saat Salat Jumat, Pramono Anung Ungkap Banyak Siswa SMAN 72 Jakarta Minta Pindah Sekolah
Kemensos Siapkan Rehabilitasi dan Deradikalisasi bagi Anak Terlibat Kasus Ledakan SMAN 72 Jakarta
Kebakaran Gedung Terra Drone Jakarta Tewaskan 22 Karyawan, Gulkarmat Ungkap Penyebab Utama