Aceh, Gertak.id - Banjir bandang yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang tidak hanya menyisakan kerusakan fisik dan lumpur pekat, tetapi juga duka mendalam bagi para korban.
Di antara kisah pilu yang mencuat, seorang nenek harus merelakan tabungan umrah yang dikumpulkannya selama bertahun-tahun hanyut tersapu arus banjir.
Peristiwa tersebut diketahui dari unggahan akun TikTok @alfahadid_ pada Selasa, 23 Desember 2025. Dalam video yang beredar, sang nenek tampak berusaha tegar saat menceritakan musibah yang menimpanya, meski raut wajahnya tak mampu menyembunyikan kesedihan mendalam.
Tabungan tersebut merupakan hasil jerih payahnya mengumpulkan uang receh sedikit demi sedikit dengan penuh kesabaran. Setiap lembar uang memiliki arti penting sebagai bagian dari ikhtiarnya untuk menunaikan ibadah umrah ke Tanah Suci.
“Bude kumpulin duit berhari-hari, seribu dua ribu alhamdulilah terkumpul, datang banjir,” ucap nenek tersebut.
Namun, derasnya air bah yang datang secara tiba-tiba membuatnya tidak sempat menyelamatkan simpanan itu. Seluruh tabungan yang disimpan di rumahnya hilang tanpa sisa bersama terjangan banjir.
Meski mencoba menerima musibah dengan lapang dada, nenek tersebut mengakui kehilangan itu sangat berat, terutama karena impian beribadah yang telah lama dirajut kini harus tertunda tanpa kepastian.
“Enggak ada lagi duitnya, kepingin umroh, tapi ya kayak gimana, duitnya sudah tidak ada lagi,” imbuhnya lirih.
Ia pun menyadari bahwa kejadian tersebut merupakan ujian yang tidak mudah untuk dihadapi. Keinginan kuat untuk beribadah di usia senja harus pupus akibat bencana yang datang tanpa diduga.
“Habis duitnya, sebenarnya kepingin sekali umroh tapi Allah belum memberkahi,” katanya.
Bagi nenek tersebut, kehilangan tabungan umrah terasa lebih menyakitkan dibandingkan kerusakan rumah yang dialaminya. Harapan yang dibangun selama bertahun-tahun sirna dalam hitungan saat.
“Berat kali rasanya,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Jembatan Putus Pascabanjir Bandang, Warga Desa di Bireuen Aceh Terpaksa Seberangi Sungai dengan Tali dan Bambu
Warga Bireuen Sambut Rampungnya Jembatan Bailey Penghubung Medan-Banda Aceh: Alhamdulillah Sangat Terbantu
Muhammadiyah Banten Berangkatkan 14 Relawan ke Aceh Tamiang
Diduga Ada Mafia Kayu Pasca Banjir Aceh Tamiang, Warga: Jangan yang Menguntungkan Saja