Ancaman Driftwood Pascabanjir Sumatera, Ferry Irwandi Soroti Risiko Jembatan dan Banjir Susulan

Photo Author
Atippudin, Gertakberita.com
- Rabu, 24 Desember 2025 | 10:22 WIB
Ferry Irwandi Ungkap Bahaya Kayu Besar di Balik Banjir Bandang Sumatera./Dok.Instagram@irwandiferry
Ferry Irwandi Ungkap Bahaya Kayu Besar di Balik Banjir Bandang Sumatera./Dok.Instagram@irwandiferry

Berdasarkan pengamatan dari ratusan citra udara, Ferry menyebut banyak sungai di Sumatera memiliki hulu yang curam dengan material banjir campuran. Kondisi tersebut diperparah oleh infrastruktur yang tidak ramah secara hidrolika.

“Bottleneck buatan, bukaan sempit tidak ramah secara hidrolika, begitu alirannya ketahan langsung dampaknya ke warga,” ucapnya.

Ia menambahkan, karakter tersebut memiliki kemiripan dengan yang dihadapi Swiss. “Strategi efektif mengurangi kayu tadi ketemu di bottleneck ini,” sebut Ferry.

“Dan dari beberapa negara yang gue riset, karakter ini paling mirip Swiss dan apa yang mereka lakukan bisa kita adaptasi,”sambungnya.

Dalam unggahan yang sama, Ferry menyampaikan bahwa solusi penanganan sebenarnya telah tersedia melalui praktik terbaik internasional.

“Negara macam US, Jepang, swiss menghadapi masalah yang sama waktu banjir bandang dan ini menyebabkan apa yang disebut sebagai logjam,” ujarnya.

Ferry menekankan bahwa langkah awal penanganan bukan dengan membuang seluruh kayu, melainkan membersihkan titik-titik krusial.

“Bersihin bottlenecknya, jembatan, tikungan sungai, pertemuan anak sungai ini harus beres dulu buat aliran stabil dan minim jebolan susulan,” sebutnya.

Selain pembersihan puing kayu pascabencana, Ferry juga mendorong pemasangan penahan kayu di hulu daerah aliran sungai. 

“Pasang dulu wood debris barrier di hulu DAS, di Jepang disebut sabo dam, fungsinya air lewat kayu ketahan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ferry mengusulkan agar kayu pascabencana dapat dimanfaatkan sehingga memiliki nilai ekonomi melalui kolaborasi lintas sektor.

“BNPB sebagai komando, buat standar teknis, BUMdes atau UMKM, yang mengolah kayunya, sama ciptain nilai ekonomi lokal,” tandasnya.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: M Faiz Afianda

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X