Siklon Tropis Senyar Picu Banjir Bandang dan Longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar, Puluhan Warga Tewas dan Infrastruktur Rusak Parah

Photo Author
Redaksi Gertak, Gertakberita.com
- Jumat, 28 November 2025 | 14:30 WIB
Menyoroti fakta terkini terkait bencana banjir-longsor di Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat, pada Kamis, 27 November 2025. (Dok. BMKG)
Menyoroti fakta terkini terkait bencana banjir-longsor di Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat, pada Kamis, 27 November 2025. (Dok. BMKG)

Gertak.id – Bencana banjir bandang dan longsor melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera, khususnya Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar), sejak awal pekan ini. Hujan deras yang terjadi secara konsisten, dipicu oleh fenomena Siklon Tropis Senyar, telah menyebabkan kerusakan infrastruktur yang luas, evakuasi massal warga, serta menelan puluhan korban jiwa.

KemenPU: Bencana Kategori Besar, Infrastruktur Rusak Berat

Wakil Menteri Pekerjaan Umum (Wamen PU), Diana Kusumastuti, mengonfirmasi bahwa bencana ini termasuk kategori besar. Sejumlah jembatan dan akses jalan di wilayah terdampak mengalami kerusakan parah.

“Kami sudah mencoba mengidentifikasi lokasi-lokasi terdampak, tetapi masih banyak daerah yang sulit dijangkau. Seperti yang disampaikan Menko PMK, hujan deras masih berlangsung, dan kami berharap segera mereda,” ujar Diana dalam konferensi pers di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (27/11).

KemenPU melaporkan bahwa setidaknya empat jembatan di Aceh putus akibat banjir, sementara kerusakan infrastruktur juga terjadi di Sibolga dan Tapanuli Tengah. Selain itu, PDAM di beberapa wilayah Sumbar mengalami gangguan sehingga pasokan air bersih terhenti.

Alat Berat Dikerahkan untuk Pemulihan

Diana menambahkan bahwa alat berat telah dikerahkan untuk membersihkan longsoran dan memulihkan akses di 21 titik di Sumut, 12 titik di Aceh, dan 15 titik di Sumbar. “Mudah-mudahan alat-alat berat dapat segera sampai ke lokasi dan mempercepat proses pemulihan,” kata Diana.

Kemensos Turun Tangan Salurkan Bantuan

Menko PMK, Pratikno, menyampaikan bahwa Kementerian Sosial (Kemensos) telah mulai menyalurkan bantuan logistik untuk pengungsian warga terdampak. Bantuan ini mencakup kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, dan perlengkapan darurat. Menko PMK menekankan bahwa data korban dan kerusakan infrastruktur masih terus diperbarui.

Di Sumut, polisi melaporkan sedikitnya 43 warga tewas dan 88 orang masih hilang akibat bencana ini. Sementara di Aceh dan Sumbar, proses evakuasi dan pendataan warga terdampak masih berlangsung.

Siklon Tropis Senyar sebagai Pemicu

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut Siklon Tropis Senyar sebagai penyebab utama hujan deras yang memicu banjir dan longsor di wilayah Sumatera. Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan fenomena ini tergolong tidak umum di wilayah perairan Selat Malaka, terlebih jika siklon bergerak melintasi daratan.

“Indonesia berada di dekat garis ekuator, sehingga terbentuknya atau lintasan siklon tropis jarang terjadi. Namun, dalam lima tahun terakhir, beberapa siklon tropis cukup sering mendekati wilayah Indonesia dan memberi dampak signifikan,” kata Andri.

BMKG memperingatkan bahwa awan hujan akibat Siklon Tropis Senyar masih berpotensi menyebabkan cuaca ekstrem di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, dan wilayah sekitarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Yuliarto Mugi Widodo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X