Program Makan Bergizi Gratis Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Sektor Peternakan Nasional

Photo Author
Atippudin, Gertakberita.com
- Rabu, 5 November 2025 | 22:05 WIB
Suasana hangat nan Cerah di sebuah Sekolah Dasar di Indonesia, di mana siswa-siswi menikmati Program Makan Bergizi Gratis dengan didampingi oleh guru mereka./(Ilustrasi Gambar From AI)
Suasana hangat nan Cerah di sebuah Sekolah Dasar di Indonesia, di mana siswa-siswi menikmati Program Makan Bergizi Gratis dengan didampingi oleh guru mereka./(Ilustrasi Gambar From AI)

Jakarta, Gertak.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu kebijakan strategis pemerintah yang memberikan dampak nyata terhadap penguatan permintaan domestik, pertumbuhan Sektor Peternakan, dan Ketahanan Pangan Nasional.

Program ini tidak hanya menjaga daya beli masyarakat, tetapi juga memperluas rantai pasok pangan, terutama pada komoditas protein hewani yang menjadi menu utama MBG.

“Kebijakan fiskal pemerintah dalam memastikan efektivitas belanja, khususnya melalui implementasi Program Makan Bergizi Gratis, turut menopang kinerja ekonomi pada triwulan III 2025,” ujar Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh Edy Mahmud, dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (5/11).

Sektor pertanian mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 6,51 persen, ditopang peningkatan permintaan daging ayam dan telur ayam ras seiring dengan perluasan distribusi makanan bergizi di berbagai daerah.

Subsektor tanaman pangan juga tumbuh kuat 9,94 persen, berkat meningkatnya produktivitas dan luas panen padi yang turut memastikan ketersediaan pangan pokok untuk mendukung program MBG.

Efek berantai kebijakan ini juga terlihat pada sektor makanan dan minuman. Industri pengolahan makanan-minuman tumbuh 6,49 persen, didorong oleh peningkatan produksi bahan pangan olahan.

Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga sebagai komponen terbesar ekonomi Indonesia tumbuh 4,89 persen, dengan kontribusi 53,14 persen terhadap PDB.

“Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga tetap menjadi motor utama pertumbuhan dengan kontribusi 2,54 persen terhadap PDB,” kata Edy.

Selain itu, transaksi digital juga meningkat seiring meluasnya distribusi pangan dan akses MBG.

BPS mencatat transaksi e-commerce naik 6,19 persen secara kuartalan, sejalan dengan pemanfaatan platform daring oleh pelaku usaha pangan, termasuk sektor UMKM.

Dari sisi ketenagakerjaan, sektor pertanian dan industri makanan-minuman menjadi penopang utama penciptaan lapangan kerja baru.

Hingga Agustus 2025, jumlah penduduk bekerja bertambah 1,90 juta orang, sementara tingkat pengangguran menurun menjadi 4,85 persen.

“Ini sejalan dengan fokus pemerintah memperkuat ketahanan pangan dan mendukung Program Makan Bergizi Gratis,” tegas Edy.

Stabilitas harga pangan serta kuatnya permintaan domestik juga berperan menjaga momentum pemulihan ekonomi nasional. Pemerintah terus mengendalikan inflasi melalui sinergi kebijakan fiskal dan moneter, sementara meningkatnya mobilitas masyarakat memperluas jangkauan distribusi dan konsumsi pangan di seluruh wilayah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: M Faiz Afianda

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X