Penyerapan Tenaga Kerja Capai 146,54 Juta Orang, Pasar Kerja Membaik Seiring Pertumbuhan Ekonomi

Photo Author
Atippudin, Gertakberita.com
- Rabu, 5 November 2025 | 20:28 WIB
Ilustrasi Pekerja. (Foto : Doc.Kompas/Rony Ariyanto)
Ilustrasi Pekerja. (Foto : Doc.Kompas/Rony Ariyanto)

Jakarta, Gertak.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk bekerja pada Agustus 2025 mencapai 146,54 juta orang, naik 1,90 juta orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan ini menunjukkan perbaikan berkelanjutan pada pasar tenaga kerja seiring dengan stabilnya pertumbuhan ekonomi nasional.

Sektor industri manufaktur menjadi salah satu penopang utama dengan kontribusi 13,86 persen terhadap total tenaga kerja nasional. 

Sementara itu, sektor pertanian masih berperan besar dalam penyerapan tenaga kerja dengan porsi 28,15 persen, disusul sektor perdagangan besar dan eceran yang menyerap sekitar 18,73 persen tenaga kerja selama periode Agustus 2024-Agustus 2025.

“Peningkatan jumlah penduduk bekerja diikuti oleh penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dari 4,91 persen pada Agustus 2024 menjadi 4,85 persen pada Agustus 2025. Jumlah pengangguran juga menurun dari 7,47 juta orang menjadi 7,46 juta orang pada periode yang sama,” ujar Moh. Edy Mahmud, Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) dalam rilis resmi di Jakarta, Selasa (5/11).

Dari total 218,17 juta penduduk usia kerja, sebanyak 154,0 juta orang termasuk dalam kategori angkatan kerja, dengan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) mencapai 70,59 persen.

Selain peningkatan jumlah pekerja, BPS juga mencatat adanya perbaikan kualitas pekerjaan. Proporsi pekerja penuh waktu meningkat, sementara jumlah pekerja paruh waktu dan setengah pengangguran menurun, menunjukkan peningkatan stabilitas di pasar kerja.

Secara sektoral, pertanian, perdagangan, dan industri pengolahan masih menjadi tiga lapangan usaha terbesar dalam penyerapan tenaga kerja nasional. Ketiganya berperan penting menjaga daya tahan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: M Faiz Afianda

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X