Eks Menkominfo di era Presiden Jokowi itu lantas menegaskan, keputusan ini sudah dikomunikasikan langsung dengan Jokowi.
“Tadi pagi saya masih komunikasi dengan Bapak Jokowi. Bahwa perubahan logo adalah bagian dari transformasi organisasi Projo untuk menjawab tantangan dan perkembangan zaman,” ujar Budi.
Di sisi lain, Budi mengungkapkan pihaknya akan mengadakan sayembara terbuka untuk menentukan desain baru agar publik bisa ikut terlibat.
“Nanti logonya sendiri akan kita sayembarakan sehingga partisipasi publik bisa muncul dalam menentukan logo Projo yang baru," terangnya.
"Maka dari itu, saya berharap mudah-mudahan perjalanan panjang kita ini bisa kita lalui dengan berbagai dinamika yang ada,” tandas Budi.
Jokowi Absen, Pidato Ditayangkan Lewat Video
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Projo, Handoko, menepis anggapan absennya Jokowi menandakan adanya jarak antara mantan presiden itu dengan para relawannya.
“Enggak ada keretakan. Pak Jokowi tetap kasih pidato meski lewat video. Minggu lalu juga kami diterima di Solo,” ujar Handoko kepada awak media di Jakarta, pada Sabtu 1 November 2025.
Handoko juga menegaskan, arah dukungan Projo ke Presiden Prabowo Subianto merupakan bagian dari garis yang telah disampaikan oleh Jokowi.
“Ya gimana, kan kita pendukungnya Pak Jokowi. Dan arahan beliau memang untuk mendukung Pak Prabowo,” katanya.
Menurut Handoko, keputusan itu bukan langkah tiba-tiba, melainkan hasil proses panjang melalui Musyawarah Rakyat (Musra) Projo yang digelar menjelang Pemilu 2024.
“Hasil Musra jelas, aspirasi bawah mendukung Prabowo. Itu prosesnya panjang, banyak nama muncul, tapi akhirnya mengerucut ke Prabowo,” tukasnya.*
Artikel Terkait
Insan Pers Banten Berduka, Pemred Bungas Banten Uyung Iskandar Tutup Usia
Soal Kepemimpinannya Banyak Dikulik, Ray Rangkuti Sebut Jokowi Jadi Contoh Mantan Presiden Tak Selalu Aman Usai Lengser