Kayu Gelondongan Terbawa Arus saat Banjir, Tapanuli Selatan Jadi Wilayah Paling Parah Terdampak

Photo Author
Redaksi Gertak, Gertakberita.com
- Senin, 1 Desember 2025 | 10:40 WIB
Kayu gelondongan yang menghantam rumah-rumah di Tapanuli Selatan saat banjir bandang. (Instagram/sumutnusantara)
Kayu gelondongan yang menghantam rumah-rumah di Tapanuli Selatan saat banjir bandang. (Instagram/sumutnusantara)

Gertak.id– Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto memberikan pembaruan terkait kondisi pascabanjir yang melanda tiga wilayah terparah di Sumatera Utara, yakni Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, dan Kota Sibolga.

BNPB menegaskan bahwa distribusi bantuan kini difokuskan ke ketiga daerah tersebut karena akses yang masih sulit dijangkau oleh tim gabungan.

“Kalau di Sumatera Utara, per hari ini saya bisa menyampaikan bahwa yang masih belum bagus adalah Sibolga, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan,” ujar Suharyanto dalam konferensi pers, Minggu (30/11/2025).


Kondisi Masyarakat di Tapanuli Selatan Mulai Pulih

Suharyanto melaporkan bahwa situasi masyarakat di Tapanuli Selatan berangsur membaik. Akses jalan utama kini sudah dapat dilalui sehingga kebutuhan pokok bisa keluar masuk.

“Kehidupan masyarakat sebetulnya sudah mulai pulih karena akses jalan darat sudah bisa,” ujarnya.

Selain itu, sejumlah fasilitas kini juga mulai berfungsi, termasuk listrik, BBM, dan alat telekomunikasi.

“Alat telekomunikasi di beberapa titik walaupun belum lancar, tidak harus menggunakan Starlink bisa berkomunikasi dengan dunia luar,” jelasnya.


Tapanuli Selatan Terdampak Paling Parah Akibat Kayu Gelondongan Terbawa Arus

Meski secara umum mulai pulih, dari sisi dampak kebencanaan, Tapanuli Selatan menjadi wilayah paling parah.

Suharyanto mengungkapkan adanya dua desa yang mengalami kerusakan berat setelah banjir membawa kayu-kayu gelondongan berukuran besar dan menghantam rumah-rumah warga.

“Rusak berat banyak di Tapanuli Selatan, ada dua desa yang mungkin pernah muncul di video itu, kayu-kayu gelondongan besar segala macam, ternyata itu di Tapanuli Selatan,” terangnya.

Untuk membantu proses pembersihan material kayu besar, BNPB berjanji akan mengirim alat senso.

“Tadi Pak Bupati Tapanuli Selatan minta senso, kita janjikan 100 karena kayunya besar-besar sekali. Kita akan kirim 100 dan alat berat,” ujarnya.

BNPB memperkirakan proses pembersihan di wilayah tersebut membutuhkan waktu beberapa minggu hingga kembali normal.


Tapanuli Tengah dan Sibolga: Logistik Masuk, Komunikasi Mulai Pulih

BNPB memastikan bahwa 100 ton bantuan logistik—termasuk beras, mie instan, toilet portabel, alat penjernih air, hingga kendaraan dapur umum—telah mulai masuk melalui jalur laut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Yuliarto Mugi Widodo

Rekomendasi

Terkini

X