Kisah Ajat dan puluhan pasien lainnya menjadi gambaran nyata betapa rapuhnya sistem perlindungan kesehatan bagi masyarakat paling rentan. Ketika data administrasi lebih berkuasa daripada nyawa, maka hak dasar warga negara untuk hidup sehat pun tergadaikan. Desakan untuk perbaikan sistem dan perlindungan darurat bagi pasien menjadi semakin mendesak, sebelum korban jiwa berjatuhan karena alasan yang seharusnya bisa dicegah.
Artikel Terkait
Hati-Hati Kelola Anggaran, Pesan Ini Untuk 4 Kades Yang Dilantik Wakil Bupati Sintang
Warga Ditolak Berobat Dua Hari Berturut-turut, Kepala Puskesmas Paceda Dinilai Gagal Menjamin Hak Kesehatan
Tambang Sedot Pasir Diesel di Rejotangan Ancam Sungai Brantas, Warga Desak Aparat Bertindak