Transformasi BRIvolution Reignite Kian Akseleratif, Perkuat Kontribusi bagi Perekonomian Nasional

Photo Author
Redaksi Gertak, Gertakberita.com
- Kamis, 30 Juli 2026 | 09:16 WIB

JAKARTA, Gertak.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus mempercepat transformasi melalui program BRIvolution Reignite sebagai strategi memperkuat daya saing perusahaan sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap pembangunan ekonomi nasional. Transformasi tersebut diarahkan untuk menciptakan pertumbuhan bisnis yang sehat, berkelanjutan, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Sebagai bagian dari ekosistem Danantara Indonesia, BRI menegaskan komitmennya untuk tidak hanya memperkuat fundamental bisnis, tetapi juga memperluas pembiayaan kepada sektor produktif dan mendukung berbagai program prioritas pemerintah.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan, BRIvolution Reignite merupakan kerangka transformasi terintegrasi yang menjadi acuan perusahaan dalam meningkatkan daya saing sekaligus menciptakan manfaat berkelanjutan bagi negara, masyarakat, pemegang saham, dan seluruh pemangku kepentingan.

Menurut Hery, transformasi tersebut dirancang agar BRI mampu tumbuh semakin sehat, efisien, dan kompetitif tanpa meninggalkan perannya sebagai bank yang berfokus pada pengembangan ekonomi kerakyatan.

"BRIvolution Reignite dirancang untuk memastikan BRI mampu tumbuh semakin sehat, efisien, dan berdaya saing, sekaligus tetap konsisten menjalankan perannya sebagai bank yang berpihak pada ekonomi kerakyatan," ujar Hery Gunardi.

Transformasi BRI bertumpu pada dua pilar utama. Pilar pertama, Transform the Funding Franchise, difokuskan pada penguatan struktur pendanaan melalui peningkatan dana murah (CASA) dan pengembangan layanan transaction banking. Sementara pilar kedua, Revamp Existing Core and Build New Core, diarahkan untuk memperkuat bisnis kredit mikro sebagai inti usaha sekaligus membangun sumber pertumbuhan baru di sektor consumer banking.

Implementasi strategi tersebut tercermin dari kinerja keuangan Perseroan hingga Triwulan I 2026. BRI Group membukukan total aset sebesar Rp2.250 triliun, tumbuh 7,2 persen secara tahunan. Penyaluran kredit dan pembiayaan meningkat 13,7 persen menjadi Rp1.562 triliun, sedangkan laba bersih konsolidasian tercatat sebesar Rp15,5 triliun.

Di sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp1.555,1 triliun, meningkat 9,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut turut mendorong penurunan cost of fund dari 2,98 persen menjadi 2,33 persen, sehingga memperkuat efisiensi operasional perusahaan.

Fundamental yang semakin kuat tersebut menjadi modal bagi BRI untuk memperluas fungsi intermediasi perbankan. Salah satunya diwujudkan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang hingga akhir Juni 2026 mencapai Rp103,81 triliun kepada sekitar 2 juta pelaku UMKM di berbagai daerah.

Sebagian besar penyaluran KUR diarahkan kepada sektor-sektor produktif. Sektor pertanian menjadi penerima terbesar dengan 869.285 debitur atau sekitar 42,68 persen dari total penerima KUR. Sementara sektor perdagangan menjangkau 647.440 debitur atau sekitar 32,34 persen.

Selain mendukung pembiayaan UMKM, BRI juga berkontribusi dalam Program 3 Juta Rumah. Hingga Juni 2026, penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi mencapai Rp18,39 triliun kepada lebih dari 134 ribu debitur, dengan sekitar 97 persen pembiayaan disalurkan melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Pada sektor penyediaan hunian, realisasi penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) hingga 19 Juli 2026 tercatat sebesar Rp10,7 triliun, atau sekitar 89 persen dari target penyaluran tahun 2026 sebesar Rp12 triliun. Pembiayaan tersebut diharapkan mampu memperkuat ekosistem perumahan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja.

Hery menegaskan, transformasi BRIvolution Reignite tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kinerja perusahaan, tetapi juga memastikan setiap pertumbuhan yang dicapai mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

"Dengan dukungan seluruh Insan BRILiaN, kepercayaan masyarakat, serta sinergi bersama Danantara Indonesia, BRI optimistis dapat terus menjaga kinerja yang sehat dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat perannya sebagai penggerak ekonomi kerakyatan," kata Hery.

Sementara itu, Chief Operating Officer Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menyampaikan bahwa transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tidak hanya berorientasi pada peningkatan kinerja jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi keberlanjutan perusahaan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Yulit MW

Rekomendasi

Terkini

BGN Soroti Setoran Rp2.000 per Porsi kepada Mitra MBG

Minggu, 4 Oktober 2026 | 07:43 WIB

Qodari Sebut Perjuangan Prabowo Sejalan dengan HUMANIKA

Minggu, 20 September 2026 | 14:09 WIB
X