3. Kenaikan 6,5 persen
Opsi ketiga adalah skema yang sama dengan UMP 2025, yakni kenaikan 6,5 persen. Menurut buruh, angka makro ekonomi tahun ini tidak terlalu jauh berbeda dengan tahun lalu, sehingga kenaikan tersebut masih relevan.
Iqbal menjelaskan bahwa opsi ketiga dipilih jika pemerintah ingin kontinuitas yang konsisten dengan kebijakan sebelumnya.
UMP 2026 Tak Sesuai Keinginan, Presiden KSPI Sebut 5 Juta Buruh Bakal Lakukan Mogok Nasional
Setelah aku mengikuti penjelasan panjang Said Iqbal, aku semakin memahami satu hal: para buruh ingin memastikan bahwa kebijakan upah minimum 2026 benar-benar mencerminkan pertumbuhan ekonomi yang mereka juga ikut membangun. Jika pemerintah nantinya menetapkan angka yang tidak memenuhi harapan, gelombang mogok nasional tampaknya akan menjadi kenyataan.
Dan kamu pun mungkin bisa menilai—apa yang terjadi menjelang akhir tahun 2025 ini bukan hanya soal angka upah, tetapi juga tentang bagaimana buruh mempertahankan hak mereka dalam lanskap ekonomi yang terus berubah.
Artikel Terkait
Buntut 439 Balpress Ilegal Disita, Skandal Thrifting Rp4 M Kian Memanas — Menteri Keuangan hingga Menteri UMKM Angkat Suara
Persiapan BK Porprov, Cabor Rugby Kabupaten Garut Gelar Latihan Gabungan di SOR Merdeka Kerkop