Sela menuturkan, pagi hari sebelum insiden berlangsung, suasana sekolah masih normal. Para siswa sempat mengikuti kegiatan Adiwiyata sebelum Salat Jumat dimulai.
“Kami tadi ikut kegiatan Adiwiyata di pagi hari,” tambahnya.
Usai ledakan, petugas kepolisian segera mengevakuasi korban dan mengamankan lokasi kejadian. Barang bukti berupa sisa bom rakitan ditemukan di sekitar area masjid sekolah, sementara tim penjinak bom (Jihandak) diterjunkan untuk memastikan keamanan.
Terkait identitas dan motif pelaku, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan pihaknya tengah mendalami dugaan bahwa pelaku merupakan korban perundungan (bullying) di sekolah.
Sigit menegaskan, penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan latar belakang tindakan tersebut.
“Untuk saat ini salah satu dari yang melakukan operasi terduga pelaku, dan untuk motif memang saat ini sedang kita dalami berbagai macam informasi,”tegas Sigit di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (7/11/2025).
“Tentunya akan kita kumpulkan supaya menjadi satu informasi yang bulat pada saat diinformasikan,”sambungnya.
Kapolri menambahkan bahwa identitas pelaku sudah dikantongi, dan penyelidikan kini difokuskan pada lingkungan sekitar, termasuk rumah pelaku.
“Untuk terduga pelaku saat ini sudah kita dapatkan, anggota sedang melakukan pendalaman terkait dengan identitas pelaku,”ujar Sigit.
“Kemudian juga lingkungan pelaku, termasuk rumah dan hal-hal lain yang saat ini sedang kita dalami,” tandasnya.
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap motif di balik insiden yang mengguncang dunia pendidikan tersebut.
Artikel Terkait
Ledakan Terjadi di SMAN 72 Kelapa Gading, 54 Siswa Luka Akibat Pecahan Kaca
Ledakan di Masjid SMAN 72 Kelapa Gading, Polisi Pastikan Belum Ada Korban Meninggal
Temui Korban Ledakan SMAN 72 Jakarta, Pramono Anung Janjikan Biaya Pengobatan Ditanggung Pemprov DKI