Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Minta Maaf soal Polemik Dana Daerah Mengendap, Sebut Bukan Sentimen Pribadi

Photo Author
Redaksi Gertak, Gertakberita.com
- Selasa, 4 November 2025 | 09:34 WIB
Menkeu Purbaya menyampaikan permintaan maaf terkait polemik soal simpanan dana pemerintah daerah di perbankan. (Instagram/purbayayudhi_official)
Menkeu Purbaya menyampaikan permintaan maaf terkait polemik soal simpanan dana pemerintah daerah di perbankan. (Instagram/purbayayudhi_official)

Gertak.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan permintaan maaf kepada para kepala daerah terkait polemik soal simpanan dana pemerintah daerah (pemda) di perbankan.

Hal itu disampaikan Purbaya dalam rapat kerja bersama Komite IV Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat pada Senin, 3 November 2025.

Purbaya menjelaskan, pernyataannya tentang dana daerah yang mengendap di bank bukan dimaksudkan untuk menyerang atau menyudutkan pemerintah daerah.

Menurutnya, ia justru ingin mendorong agar dana tersebut segera digunakan demi mempercepat perputaran ekonomi nasional.

“Saya bukannya sentimen sama daerah, justru ingin mereka belanjakan lebih cepat,” ujar Purbaya dalam rapat kerja bersama DPD.

“Supaya ekonominya jalan, sinkron dengan kebijakan ekonomi yang dijalankan oleh pemerintah pusat. Jadi, kalau ada yang tersinggung, saya mohon maaf,” imbuhnya.

Dorongan untuk Percepatan Serapan Anggaran Daerah

Purbaya menekankan, percepatan realisasi anggaran di daerah penting dilakukan agar manfaat fiskal dapat langsung dirasakan masyarakat.

Namun, Menteri Keuangan itu juga mengingatkan agar proses penyerapan dana dilakukan secara akuntabel dan tidak diselewengkan.

“Tapi kerja yang bener lah. Habisin tuh duit. Jadi, hanya itu yang seharusnya ada di kepala kita semua di sini, kita memanfaatkan, memaksimalkan uang yang ada,” tegas Purbaya.

Safari ke Kementerian dan Lembaga Pusat

Selain kepada pemerintah daerah, Purbaya juga mengingatkan kementerian dan lembaga (K/L) agar mempercepat penyerapan anggaran masing-masing.

Mantan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu mengaku sering melakukan kunjungan ke berbagai instansi pusat untuk memastikan pelaksanaan anggaran berjalan efektif.

“Saya safari ke satu kementerian ke kementerian lain, yang disebut sama orang lain akhirnya intervensi kebijakan kementerian lain,” tutur Purbaya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Yuliarto Mugi Widodo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

BGN Soroti Setoran Rp2.000 per Porsi kepada Mitra MBG

Minggu, 4 Oktober 2026 | 07:43 WIB

Qodari Sebut Perjuangan Prabowo Sejalan dengan HUMANIKA

Minggu, 20 September 2026 | 14:09 WIB
X