MELEDAK! SKANDAL AIR PDAM INDRAMAYU: Diduga Jadi “Kelinci Percobaan” Bahan Kimia — Dirtek Disingkirkan, Dirut Nurpan Disorot!

Photo Author
Selamet Riyadi, Gertakberita.com
- Jumat, 27 Maret 2026 | 12:21 WIB

Distribusi macet hingga berhari-hari

Warga tidak mendapat pasokan air sama sekali
Temuan ini memperkuat dugaan bahwa telah terjadi kesalahan fatal dalam proses pengolahan air, bukan sekadar gangguan biasa.

Nurpan Disorot Keras: Gagal Pimpin atau Sengaja Membiarkan?

Pusat sorotan kini mengarah ke Nurpan. Ia dinilai gagal menjaga koordinasi internal, bahkan diduga membiarkan kebijakan krusial berjalan tanpa kontrol teknis.

“Kalau Dirtek tidak dilibatkan, ini bukan miskomunikasi lagi. Ini bisa jadi bentuk pembiaran atau keputusan sepihak,” lontar kritik tajam dari DPRD.

Isu lama seperti dugaan black transfer Rp2 miliar kembali diungkit, memperkuat persepsi bahwa ada masalah serius dalam tata kelola Perumdam TDA.

Rakyat Jadi Korban Eksperimen? Beban Ekonomi Meledak

Di tengah kekacauan ini, masyarakat menjadi korban langsung. Air tidak mengalir, kualitas buruk, dan kebutuhan dasar terganggu.

Warga terpaksa membeli air galon untuk bertahan hidup.
Artinya:

➡️ Krisis pelayanan berubah jadi krisis ekonomi rumah tangga
➡️ Kepercayaan publik runtuh
➡️ Kemarahan sosial mulai meluas

DPRD Siap Bongkar: “Jangan Ada yang Ditutup-tutupi!”
Komisi III DPRD memastikan tidak akan berhenti pada rapat biasa. Dorongan pembentukan Pansus semakin kuat untuk menguliti dugaan:

Proses pengadaan bahan kimia
Potensi pelanggaran prosedur
Tanggung jawab direksi

“Kami tidak ingin ini ditutup. Semua harus dibuka. Kalau ada yang salah, harus dipertanggungjawabkan,” tegas Suhendri.

Dirut Bungkam, Kecurigaan Menggumpal
Hingga berita ini dipublikasikan, Nurpan belum memberikan klarifikasi. Upaya konfirmasi tidak direspons.
Diamnya pimpinan di tengah krisis justru memperkeruh keadaan.

Publik kini bertanya dengan nada keras:
Ini murni kelalaian… atau ada sesuatu yang sengaja disembunyikan?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Selamet Riyadi

Rekomendasi

Terkini

X