New York, Gertak.id - Menteri Luar Negeri Sugiono melakukan pertemuan bilateral dengan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), António Guterres, di Markas Besar PBB, New York, Senin (16/2).
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas situasi terkini di Palestina serta upaya mendorong perdamaian yang adil dan berkelanjutan.
Sugiono menyampaikan rencana kehadiran Indonesia dalam Sidang Dewan Keamanan PBB pada Rabu (18/2) waktu setempat untuk membahas upaya perdamaian di Timur Tengah, termasuk isu Palestina.
Ia juga mengonfirmasi partisipasi Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan Dewan Perdamaian (Board of Peace) sehari setelahnya bersama sejumlah pemimpin dunia.
Menurut Sugiono, keterlibatan Indonesia merupakan bentuk komitmen untuk memastikan pelaksanaan Board of Peace berjalan selaras dengan upaya yang tengah dilakukan PBB.
“Posisi kami jelas: keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace sepenuhnya dipandu oleh Piagam PBB, visi Solusi Dua Negara, serta Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 (2025),” ujar Sugiono seperti dikutip dari siaran pers Kementerian Luar Negeri, Selasa (17/2).
Ia kembali menegaskan komitmen Indonesia untuk memanfaatkan berbagai platform dan mekanisme multilateral guna mendorong solusi yang adil dan berkelanjutan bagi rakyat Palestina.
Indonesia, lanjutnya, meyakini sistem multilateral sebagai pilar utama dalam menjaga perdamaian dan menegakkan hukum internasional.
Sementara itu, Guterres mengapresiasi kehadiran Sugiono di New York serta konsistensi Indonesia dalam mendukung perdamaian Palestina. Ia juga menyampaikan keprihatinan terhadap situasi di Tepi Barat yang dinilainya melanggar hukum internasional dan resolusi PBB.
Guterres menilai negara-negara Muslim, termasuk Indonesia sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, memiliki peran konstruktif dalam Board of Peace.
Selain isu Palestina, kedua pihak turut bertukar pandangan mengenai perkembangan keamanan dan pembangunan global, termasuk sejumlah isu strategis kawasan. Dalam konteks tersebut, Guterres memandang Indonesia sebagai mitra kunci dalam penguatan sistem multilateral.
Artikel Terkait
Tidak Benar Prabowo Abaikan Keamanan Palestina, Ini Fakta Pernyataannya di PBB
Bertemu Wakil Palestina di PBB, Menlu Sugiono Tegaskan Dukungan Indonesia untuk Palestina