daerah

Kebakaran Pasar Andir Garut, 382 Tempat Usaha Terdampak, Pasar Darurat Disiapkan

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 14:33 WIB
Kebakaran Pasar Andir Garut, 382 Tempat Usaha Terdampak, Pasar Darurat Disiapkan

 

 

GARUT, BAYONGBONG, Gertak.id– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut mulai bergerak memulihkan aktivitas perdagangan pascakebakaran Pasar Andir, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut. Sebanyak 382 tempat usaha terdampak kebakaran, sementara pemerintah daerah mulai membersihkan material sisa kebakaran dan menyiapkan pembangunan pasar darurat bagi para pedagang.

Pembersihan material dilakukan pada Sabtu (10/10/2026) sebagai bagian dari penanganan tanggap darurat setelah penetapan status bencana akibat kebakaran tersebut. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan kawasan pasar sekaligus membuka jalan bagi pedagang untuk kembali menjalankan aktivitas ekonomi.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi, dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Kabupaten Garut, Ridwan Effendi, mengatakan pembersihan menjadi salah satu tahapan penting dalam penanganan dampak kebakaran.

“Kami beserta segenap pihak melaksanakan kegiatan tanggap darurat, salah satunya pembersihan area terdampak kebakaran. Ini merupakan bagian dari tahapan tanggap darurat yang saat ini dilaksanakan bersama para pihak,” ujar Ridwan.

Berdasarkan data awal, kebakaran Pasar Andir berdampak pada 382 tempat usaha yang terdiri atas kios, los, dan lapak Pedagang Kaki Lima (PKL). Mayoritas tempat usaha tersebut hangus terbakar, termasuk barang dagangan milik para pedagang.

Kondisi tersebut membuat percepatan penanganan menjadi perhatian pemerintah daerah. Material sisa kebakaran perlu dibersihkan dan diamankan terlebih dahulu sebelum proses pemulihan kawasan pasar dilanjutkan.

“Harapannya, ini bisa segera memulihkan kondisi para pedagang. Untuk tahap awal, mereka bisa segera beraktivitas kembali. Tentu materialnya harus kita amankan dan bersihkan terlebih dahulu,” jelas Ridwan.

Pemkab Garut Siapkan Pasar Darurat

Selain membersihkan lokasi terdampak, Pemkab Garut melalui Disperindag ESDM tengah melakukan inventarisasi untuk menghitung total kerugian materiil akibat kebakaran. Pendataan mencakup kerusakan infrastruktur pasar serta kehilangan barang dagangan milik para pedagang.

Sebagai langkah lanjutan, pemerintah daerah merencanakan pembangunan pasar darurat agar aktivitas perdagangan dapat kembali berjalan sebelum pembangunan pasar permanen direalisasikan.

Lokasi pasar darurat direncanakan tetap berada di kawasan Pasar Andir. Rencana tersebut mengacu pada hasil musyawarah bersama para pedagang yang mengharapkan tempat berjualan sementara tidak jauh dari lokasi pasar sebelumnya.

“Pemulihan dari pemerintah setelah penanganan tanggap darurat berupa pembersihan, berikutnya kita akan mencoba menyiapkan pasar darurat. Kita merencanakan pasar darurat tetap di lokasi setempat, sesuai hasil musyawarah dengan para pedagang yang berharap pasar daruratnya berada di sini,” ungkap Ridwan.

Halaman:

Terkini