daerah

Sejuta Liter Air Bersih Digelontorkan SKK Migas - KKKS Jabanusa Kolaborasi FSS, Sampang Hadapi Kemarau

Kamis, 8 Oktober 2026 | 16:47 WIB
Sejuta Liter Air Bersih Digelontorkan, Sampang Hadapi Ancaman Kekeringan

 

 

SAMPANG, Gertak.id — Persoalan kekeringan dan sulitnya mendapatkan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Sampang mendapat perhatian serius. Pemerintah Kabupaten Sampang bersama Forum Sampang Sehat dan sejumlah perusahaan migas meluncurkan Program Sejuta Liter Air Bersih untuk membantu masyarakat terdampak musim kemarau berkepanjangan.

Program tersebut secara resmi diluncurkan Wakil Bupati Sampang H. Ahmad Mahfudz pada Kamis, 08 Oktober 2026. Penyaluran air bersih ini turut mendapat dukungan dari SKK Migas Jabanusa, Medco Energy, HCML, PC North Madura/Petronas, Searah dan sejumlah mitra lainnya.

Wakil Bupati Sampang H. Ahmad Mahfudz menegaskan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam menangani persoalan kebutuhan air bersih masyarakat.

Menurutnya, pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri menghadapi dampak kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah. Dukungan dunia usaha, komunitas dan masyarakat diperlukan agar bantuan dapat menjangkau warga yang membutuhkan.

Program Sejuta Liter Air Bersih diprioritaskan untuk wilayah yang rentan mengalami kekurangan air, di antaranya Kecamatan Kedungdung, Robatal, Karang Penang, Sreseh, Tambelangan, Banyuates dan Pangarengan.

Wakil Bupati Sampang H. Ahmad Mahfudz dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Forum Sampang Sehat yang terus mengajak berbagai pihak berkolaborasi dalam program kemanusiaan tersebut.

“Dukungan ini menjadi bukti bahwa sinergi dan tanggung jawab sosial perusahaan dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat Sampang,” ujar Wabup dalam sambutannya.

Keterlibatan sektor usaha migas menjadi bagian penting dalam program tersebut. Kepala SKK Migas Jabanusa Perwakilan Jawa Timur bersama para mitra industri migas turut mendukung penyaluran bantuan air bersih bagi masyarakat.

Bantuan tidak hanya diharapkan menyasar permukiman warga. Pemerintah Kabupaten Sampang juga mendorong agar distribusi air dapat menjangkau sekolah, madrasah, pondok pesantren, mushala hingga masjid.

Langkah tersebut dinilai penting agar aktivitas sosial, pendidikan dan keagamaan masyarakat tetap berjalan di tengah keterbatasan air bersih.

Pemkab Sampang juga meminta organisasi perangkat daerah terkait memperkuat penyediaan data, pemetaan wilayah terdampak serta koordinasi distribusi. Penguatan armada dan perluasan jejaring mitra juga diperlukan agar bantuan air dapat disalurkan secara lebih efektif.

Namun, distribusi air bersih disebut hanya menjadi solusi jangka pendek. Dalam jangka panjang, pemerintah mendorong pembangunan embung dan tandon komunal, perlindungan sumber mata air dan daerah resapan, pengembangan jaringan perpipaan, pemanenan air hujan serta sistem penyediaan air bersih berbasis desa.

Halaman:

Terkini