daerah

Kabut Asap Selimuti Palembang, PM2.5 BMKG Masuk Kategori Berbahaya

Senin, 5 Oktober 2026 | 18:14 WIB

Gertak.id | PALEMBANG – Kualitas udara Kota Palembang, Sumatera Selatan, kembali memburuk pada Senin, 5 Oktober 2026. Kabut asap menyelimuti sejumlah wilayah, sementara pemantauan BMKG menunjukkan konsentrasi partikulat halus PM2.5 berada pada level yang masuk kategori berbahaya.

Data pemantauan BMKG pada pukul 08.00 WIB menunjukkan konsentrasi PM2.5 di Stasiun Talang Betutu mencapai 648,5 mikrogram per meter kubik. Sementara itu, Stasiun Musi 2 mencatat konsentrasi PM2.5 sebesar 353,2 mikrogram per meter kubik.

Angka tersebut jauh melampaui ambang kategori berbahaya yang berada di atas 250,5 mikrogram per meter kubik. Tingginya konsentrasi PM2.5 menunjukkan partikulat halus di udara Palembang berada pada tingkat yang perlu diwaspadai masyarakat.

Kondisi ini bukan kali pertama kualitas udara Palembang memburuk secara ekstrem. Sehari sebelumnya, Minggu, 4 Oktober 2026, pemantauan BMKG di Stasiun Musi 2 bahkan mencatat PM2.5 mencapai 903,6 mikrogram per meter kubik pada pukul 05.00 WIB.

Memburuknya kualitas udara tersebut terjadi di tengah kabut asap yang dikaitkan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera Selatan. Asap dari titik-titik kebakaran disebut terbawa hingga ke wilayah perkotaan Palembang dan memengaruhi kondisi udara.

Situasi tersebut kemudian ramai disoroti warga melalui media sosial Threads. Salah seorang pengguna dengan akun @angg****** mengunggah keluhan mengenai tingginya angka kualitas udara yang dipantaunya pada Senin pagi.

“Baru 1 jam lalu saya posting, AQI Palembang 1511. Sekarang sudah 1702. Pak Gubernur Herman Deru, gimana ini?” tulis akun tersebut dalam unggahannya pada 5 Oktober 2026.

Dalam unggahan yang sama, warga tersebut menegaskan bahwa persoalan kualitas udara bukan sekadar angka yang muncul pada aplikasi pemantauan, tetapi kondisi yang dirasakan masyarakat secara langsung.

“Ini bukan angka di aplikasi. Ini udara yang sedang dihirup rakyat. BMKG sendiri sudah menyebut kualitas udara Palembang berada di level sangat berbahaya,” lanjutnya.

Keluhan serupa disampaikan pengguna Threads lainnya dengan akun @satr********. Ia membagikan informasi mengenai kondisi udara Palembang yang menurutnya dipenuhi asap akibat karhutla di Sumatera Selatan.

“In case kalian belum tau, saat ini Palembang full asap akibat dari Kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan. Indeks Standar Pencemar Udara udah di kategori berbahaya,” tulisnya.

AQI atau Air Quality Index (Indeks Kualitas Udara) merupakan indeks yang digunakan untuk menggambarkan tingkat pencemaran udara dan potensi dampaknya terhadap kesehatan. Sementara PM2.5 merupakan partikulat berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan.

Dengan kondisi kualitas udara yang berada pada kategori berbahaya, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, khususnya kelompok rentan. Informasi dan pembaruan resmi mengenai kualitas udara perlu menjadi acuan sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan.

Kabut asap yang kembali menyelimuti Palembang sekaligus menjadi perhatian serius karena tingginya angka PM2.5 tercatat dalam pemantauan resmi. Masyarakat kini menunggu langkah penanganan dan informasi lebih lanjut dari pemerintah terkait kondisi udara serta sumber asap yang menyelimuti wilayah tersebut.

Terkini