daerah

Bukan Sekadar Tendangan dan Pukulan, PS Bhirawa Anoraga Gembleng Mental Anak Hadapi Zaman

Minggu, 4 Oktober 2026 | 10:45 WIB

Gertak.id | INDRAMAYU — Ketika sebagian anak semakin akrab dengan layar ponsel daripada aktivitas fisik, PS Bhirawa Anoraga justru memilih jalan berbeda. Anak-anak usia dini ditempa melalui pencak silat untuk membangun fisik yang kuat, mental yang berani, sekaligus karakter yang tidak mudah menyerah.

Bagi PS Bhirawa Anoraga, membiarkan anak tumbuh tanpa pembinaan bukan pilihan. Kemampuan akademik memang penting, tetapi anak juga membutuhkan disiplin, keberanian, ketahanan mental dan kemampuan mengendalikan diri untuk menghadapi kerasnya kehidupan.

Latihan pencak silat pun tidak sekadar mengajarkan jurus. Di balik gerakan dan latihan fisik, anak-anak dibiasakan merasakan proses, menerima koreksi, menaati aturan, menghormati pelatih, serta tidak mudah tumbang ketika menghadapi kesulitan.

Pelatih PS Bhirawa Anoraga, Yanto, menegaskan bahwa tujuan utama pembinaan bukan menciptakan anak yang gemar berkelahi, melainkan anak yang memiliki kekuatan fisik sekaligus kedewasaan dalam menggunakan kemampuan tersebut.

«“Kami bukan mengajarkan anak untuk mencari lawan. Justru sebaliknya, mereka harus punya mental kuat, disiplin dan mampu mengendalikan diri. Semakin kuat seorang pesilat, seharusnya semakin rendah hati,” tegas Yanto.»

Menurutnya, keberanian tanpa pengendalian diri justru bisa menjadi masalah. Karena itu, sejak usia dini anak ditanamkan pemahaman bahwa kemampuan bela diri adalah tanggung jawab, bukan alat untuk menunjukkan siapa yang paling kuat.

Di tengah derasnya pengaruh gawai dan minimnya aktivitas fisik pada sebagian anak, latihan pencak silat menjadi salah satu alternatif kegiatan yang mendorong anak bergerak, bersosialisasi dan membangun kepercayaan diri secara langsung.

Yang ditempa bukan hanya otot, tetapi juga mental. Anak belajar bahwa untuk mendapatkan hasil tidak ada jalan instan. Ada keringat, rasa lelah, kegagalan, teguran, latihan berulang, hingga akhirnya kemampuan terbentuk.

PS Bhirawa Anoraga juga menanamkan nilai bahwa kemenangan dalam pertandingan bukanlah satu-satunya tujuan. Prestasi boleh dikejar, tetapi karakter tidak boleh dikorbankan.

Sebab, anak yang hanya mengejar medali belum tentu siap menghadapi tekanan kehidupan. Sebaliknya, anak yang memiliki mental tangguh, disiplin dan mampu mengendalikan diri akan memiliki bekal jauh lebih panjang ketika memasuki fase kehidupan berikutnya.

“Kalau sejak kecil anak sudah terbiasa disiplin, berlatih dan tidak gampang menyerah, itu akan menjadi kebiasaan sampai dewasa. Kami ingin mereka kuat di gelanggang, tetapi lebih kuat lagi ketika menghadapi kehidupan,” ujar Yanto.

Melalui pembinaan yang konsisten, PS Bhirawa Anoraga berupaya menjadikan pencak silat bukan sekadar olahraga, tetapi benteng pembentukan karakter generasi muda.

Karena anak-anak hari ini bukan hanya membutuhkan ruang untuk bermain. Mereka membutuhkan tempat untuk ditempa—agar tidak rapuh ketika menghadapi dunia yang semakin keras.

Terkini