Gertak.id | | PALEMBANG/JAKARTA — Istri Gubernur Sumatera Selatan, Feby Deru, menjadi sorotan di media sosial setelah potongan video yang memperlihatkan dirinya mengikuti fashion show dalam gelaran Kriyanusa 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, beredar luas.
Kriyanusa 2026 berlangsung pada 26–30 September 2026. Dalam video yang beredar, Feby Deru terlihat tampil dalam agenda fashion show yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan pameran kerajinan dan produk UMKM nasional tersebut.
Sorotan mencuat setelah akun Threads @pembukaandokumen mengunggah kritik terhadap keikutsertaan Feby Deru di tengah persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap yang dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Selatan.
“Ibu Gubernur Sumsel Yth, tidak ada kah empati atas apa yang terjadi di Palembang?” tulis akun tersebut, dikutip Sabtu, 3 Oktober 2026.
“Yang saya lihat hanya wajah Ibu terpampang di akun-akun MUA dan attire terkenal setiap minggunya. Apakah etis menggelar event bermegah-megahan di saat warga bersusah payah menghirup udara?” lanjut unggahan tersebut.
Unggahan itu kemudian mendapat perhatian luas. Berdasarkan informasi yang tercantum dalam unggahan, konten tersebut telah ditonton lebih dari 280 ribu kali dan memperoleh lebih dari 6.800 likes.
Kolom balasan pun memperlihatkan respons yang beragam. Sebagian warganet mempertanyakan momentum penampilan tersebut dengan kondisi kabut asap dan karhutla di Sumatera Selatan. Sementara lainnya menilai Kriyanusa merupakan agenda nasional yang telah dipersiapkan sebelumnya serta memiliki tujuan mempromosikan produk kerajinan dan UMKM daerah.
Perdebatan tersebut kemudian berkembang menjadi persoalan mengenai kepantasan, momentum, dan sensitivitas pejabat publik maupun keluarga pejabat ketika menghadiri kegiatan publik di tengah kondisi yang sedang menjadi perhatian masyarakat.
Di sisi lain, kabut asap akibat karhutla memang menjadi salah satu persoalan yang ramai dikeluhkan warga Palembang dalam beberapa waktu terakhir. Sejumlah unggahan warga di media sosial memperlihatkan kondisi udara yang disebut mengganggu aktivitas sehari-hari.
Keluhan masyarakat juga mencakup gangguan pernapasan seperti batuk dan sesak napas. Namun, keluhan yang beredar di media sosial perlu dibedakan dari data medis atau hasil pengukuran kualitas udara resmi.
Sementara itu, berdasarkan data Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Palembang, tercatat sebanyak 396 kasus kebakaran selama September 2026. Dari jumlah tersebut, 345 kasus disebut merupakan kebakaran hutan dan lahan, sedangkan kasus lainnya merupakan kebakaran permukiman.
Kriyanusa sendiri merupakan pameran kerajinan Nusantara berskala nasional yang digelar Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) sebagai wadah promosi produk kriya dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari berbagai daerah di Indonesia.
Sumatera Selatan pada Kriyanusa 2026 mendapat posisi khusus karena ditetapkan sebagai ikon pameran. Berdasarkan informasi dari laman resmi Badan Riset dan Inovasi Daerah Sumatera Selatan, produk unggulan Sumatera Selatan memperoleh porsi lebih banyak dalam penyelenggaraan Kriyanusa tahun ini.
“Sebagai ikon, produk-produk unggulan Sumatera Selatan mendapatkan porsi lebih banyak dalam penyelenggaraan Kriyanusa tahun ini,” demikian keterangan yang dikutip pada Sabtu, 3 Oktober 2026.