daerah

Seren Taun Cisungsang 2026 Digelar 21–28 September, Kasepuhan Temui Bupati Lebak

Jumat, 18 September 2026 | 00:32 WIB
Keterangan Foto Kasepuhan Cisungsang Abah Usep Audiensi dengan Bupati Lebak Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya pada Kamis (17/9/2026)./Dok.Protokollebak/Gertak.id

GERTAK, LEBAK - Masyarakat Adat Kasepuhan Cisungsang kembali menggelar Seren Taun pada 21–28 September 2026. Berbagai tradisi, kesenian, kegiatan kebudayaan, hingga aktivitas berbasis wisata akan menjadi bagian dari rangkaian acara di Kasepuhan Cisungsang, Kabupaten Lebak, Banten.

Seren Taun merupakan bagian dari tradisi masyarakat Kasepuhan Cisungsang yang berkaitan dengan ungkapan rasa syukur atas kehidupan dan hasil bumi. Tahun ini, rangkaian kegiatan mencakup Rasul Pare di Leuit, Wayang Golek, Angklung Buhun, Gondang, Debus, serta Kirab Budaya Nusantara.

Selain kesenian tradisional, agenda tersebut juga mencakup Workshop Batik dan Festival Objek Pemajuan Kebudayaan. Culture Fun Run serta olahraga tradisional turut masuk dalam rangkaian kegiatan.

Di sisi lain, unsur wisata dan ekonomi lokal juga menjadi bagian dari kegiatan. Rangkaian Seren Taun memuat pengalaman wisata alam, pedesaan, pertanian dan petualangan, pameran produk lokal UMKM, serta pengenalan kearifan lokal melalui konsep Green Tourism.

Adapun puncak Seren Taun Kasepuhan Cisungsang 2026 dijadwalkan berlangsung pada 27 September 2026, sementara seluruh rangkaian kegiatan berlangsung hingga 28 September.

Menjelang pelaksanaan tersebut, masyarakat Adat Kasepuhan Cisungsang melakukan audiensi dengan Bupati Lebak Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya di Ruang Kerja Bupati Lebak, Kamis (17/9/2026).

Pertemuan itu membahas pelaksanaan ritual Adat Kasepuhan Cisungsang sekaligus menjadi ruang komunikasi antara masyarakat adat dan Pemerintah Kabupaten Lebak.

Dalam audiensi tersebut, Hasbi menyampaikan apresiasi atas kunjungan masyarakat Adat Kasepuhan Cisungsang. Menurutnya, keberadaan masyarakat adat merupakan bagian dari kekayaan budaya dan identitas Kabupaten Lebak yang perlu dijaga dan dilestarikan.

“Pemerintah Kabupaten Lebak akan terus membangun komunikasi dan sinergi dengan masyarakat adat. Berbagai aspirasi yang disampaikan tentu akan menjadi bahan perhatian dan pembahasan bersama sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Hasbi.

Selain membahas ritual adat, pertemuan tersebut turut menyinggung persoalan pertanian, khususnya bantuan pupuk bersubsidi. Hasbi menjelaskan bahwa bantuan tersebut memiliki mekanisme dan ketentuan yang harus dipenuhi.

Karena itu, petani perlu memahami pendataan, penyusunan kebutuhan, pengajuan bantuan, hingga pemanfaatan pupuk agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Petani membutuhkan edukasi agar memahami prosedur dan ketentuan yang berlaku. Jangan sampai bantuan tidak terserap karena administrasinya belum lengkap atau data petaninya belum sesuai,” ungkapnya.

Sementara itu, Abah Usep dari Kasepuhan Cisungsang menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Lebak atas bantuan perbaikan akses jalan menuju wilayah Kasepuhan Cisungsang.

“Ngahaturkeun nuhun ka Bupati Lebak sareng sadaya pihak anu parantos ngabantosan ngabenerkeun jalan ka Kasepuhan Cisungsang. Mugia ieu bantuan tiasa masihan mangpaat kanggo masyarakat sareng ngalancarkeun sagala kegiatan di wilayah kami,” ujar Abah Usep.

Halaman:

Tags

Terkini