Gertak.id | INDRAMAYU – Di tengah zaman yang membuat generasi muda semakin mudah larut dalam dunia digital, SMPN 4 Sindang memilih berdiri tegas di garis depan menjaga bara nasionalisme. Keluarga besar sekolah tersebut mengikuti upacara Taptu dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Taptu bukan sekadar barisan malam tanpa makna. Bagi SMPN 4 Sindang, kegiatan tersebut menjadi tamparan keras bagi generasi muda agar tidak menjadi generasi yang hanya menikmati kemerdekaan, tetapi lupa siapa yang memperjuangkannya.
Langkah para siswa dalam kegiatan Taptu menjadi simbol bahwa semangat perjuangan tidak boleh terkubur oleh perubahan zaman. Kemerdekaan yang diperoleh dengan pengorbanan besar harus dibayar dengan prestasi, kedisiplinan, tanggung jawab dan pengabdian.
Kepala SMPN 4 Sindang, Ana Rohdiana menegaskan, sekolah tidak ingin melahirkan generasi yang hanya pintar secara akademik, tetapi miskin karakter dan kehilangan rasa cinta terhadap bangsanya.
«“Kemerdekaan bukan hadiah. Kemerdekaan dibayar dengan perjuangan dan pengorbanan. Karena itu, jangan sampai generasi kita hanya menjadi penonton sejarah. Mereka harus menjadi generasi yang meneruskan perjuangan dengan karya dan prestasi,” tegasnya.»
Menurutnya, Taptu menjadi momentum untuk menanamkan kesadaran bahwa menjadi pelajar bukan alasan untuk berpangku tangan. Justru dari bangku sekolah, karakter generasi penerus bangsa harus ditempa sekeras mungkin.
“Kalau dulu para pahlawan berjuang dengan senjata, hari ini anak-anak berjuang dengan ilmu, disiplin dan prestasi. Medannya berbeda, tetapi semangatnya harus sama: memberikan yang terbaik untuk Indonesia,” ujarnya.
Pesan tersebut menjadi semakin kuat karena siswa tidak hanya diajak mengenang sejarah, tetapi juga didorong memahami tanggung jawab mereka terhadap masa depan bangsa.
SMPN 4 Sindang pun menempatkan momentum HUT RI ke-81 sebagai bagian dari pendidikan karakter. Nasionalisme tidak boleh berhenti di spanduk, upacara atau pidato. Nasionalisme harus terlihat dari perilaku, kedisiplinan, kepedulian dan prestasi setiap siswa.
Sekolah juga menegaskan bahwa kemerdekaan harus diisi dengan tindakan nyata. Pelajar harus berani bermimpi besar, bekerja keras, menghormati sesama, menjaga lingkungan dan menolak berbagai perilaku yang dapat merusak masa depan mereka.
Taptu menjadi pengingat keras: bangsa yang besar tidak dibangun oleh generasi yang hanya pandai mengeluh, tetapi oleh generasi yang berani belajar, berjuang dan berkarya.
Dari SMPN 4 Sindang, semangat itu kembali dinyalakan. Merah Putih bukan sekadar bendera yang dikibarkan setiap Agustus. Merah Putih adalah tanggung jawab yang harus dijaga oleh setiap generasi.