daerah

Panglima Kopassus Djon Afriandi Terima Gelar Adat Panglima Raja dari BMA Bengkulu

Kamis, 25 Juni 2026 | 20:22 WIB
Keterangan Foto: Moment Foto bersama saat Putra Asal Bengkulu, Djon Afriandi Dianugerahi Gelar Adat Panglima Raja./Dok.Gertak.Id/Warsi

GERTAK.ID, BENGKULU - Panglima Kopassus Djon Afriandi resmi menerima gelar adat Panglima Raja dari Badan Musyawarah Adat (BMA) Provinsi Bengkulu dalam prosesi adat yang digelar di Balai Raya Semarak, Selasa (23/6/2026) malam.

Penyematan gelar adat tersebut dilakukan oleh Ketua BMA Provinsi Bengkulu, Effendi M.S., didampingi Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan.

Ketua BMA Provinsi Bengkulu, Effendi M.S., mengatakan pemberian gelar adat Panglima Raja telah melalui proses penilaian dan pertimbangan yang dilakukan lembaga adat.

“Pemberian gelar ini telah melalui penilaian dari Badan Musyawarah Adat. Beliau memiliki garis keturunan Bengkulu yang kuat dari pihak ayah maupun keluarga besarnya, sehingga layak menerima penghormatan adat ini,” ujarnya.

Djon Afriandi merupakan putra Mayor Jenderal (Purn) TNI Affifudin Thaib, tokoh asal Bengkulu dari Suku Lembak. Sementara itu, ibunya berasal dari Kelurahan Pasar Melintang, Kota Bengkulu.

Latar belakang keluarga tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam pemberian gelar adat kepada Panglima Kopassus.

Djon diketahui menghabiskan masa kecilnya di Kelurahan Pasar Melintang, Kota Bengkulu. Selanjutnya, ia menempuh pendidikan tingkat SMA di Bandung, Jawa Barat, sebelum masuk Akademi Militer (Akmil) pada 1991.

Setelah menjalani pendidikan selama empat tahun, Djon lulus dari Akmil pada 1995 dan meraih penghargaan Adhi Makayasa sebagai lulusan terbaik Akademi Militer.

Dalam sambutannya, Djon Afriandi menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan masyarakat adat Bengkulu. Menurutnya, gelar adat yang diterimanya bukan hanya sebuah penghormatan, tetapi juga amanah yang harus dijaga.

“Gelar ini bukan sekadar mahkota kehormatan, tetapi juga amanah dan tanggung jawab untuk menjaga marwah adat serta memperkuat tali persaudaraan. Sebagai putra Bengkulu, saya akan menjunjung tinggi nilai-nilai adat, menjaga nama baik gelar ini dalam kehidupan sehari-hari, serta terus memperkuat persatuan,” ucapnya.

Sementara itu, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kontribusi Djon Afriandi dalam menjaga keutuhan serta keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kontribusi Panglima Kopassus sangat luar biasa. Beliau adalah putra Bengkulu yang telah memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara dalam menjaga keamanan NKRI,” katanya.

Acara penyematan gelar adat tersebut turut dihadiri Pangdam Radin Inten Letjen Agus Wibowo, Wakil Gubernur Bengkulu Mian, unsur Forkopimda, pejabat Pemerintah Provinsi Bengkulu, tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

Selain prosesi adat, rangkaian kegiatan Semarak Muharram 1448 Hijriah juga diisi dengan penyerahan santunan kepada 200 anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial.

Halaman:

Tags

Terkini