Pekalongan Gertak.id – Di tengah tantangan pendidikan yang masih dihadapi wilayah pedesaan, sosok Endang Sri Umarmi, S.Pd., M.Pd., Kepala SMP Satu Atap Wangkelang, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, menunjukkan dedikasi luar biasa yang patut menjadi inspirasi. Demi menyelamatkan masa depan generasi muda dan menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS), ia rela turun langsung mendatangi rumah-rumah calon peserta didik untuk mengajak mereka kembali melanjutkan pendidikan.
Dengan penuh semangat dan kepedulian, Endang Sri Umarmi melakukan pendekatan secara door to door kepada keluarga calon siswa yang belum melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP. Ia menyusuri jalan-jalan desa, mengetuk pintu rumah warga, berdialog dengan orang tua, serta memberikan motivasi kepada anak-anak agar tidak berhenti hanya pada pendidikan dasar.
Baginya, pendidikan bukan sekadar kewajiban, melainkan hak setiap anak yang harus diperjuangkan. Ia meyakini bahwa masa depan yang lebih baik hanya dapat diraih melalui pendidikan yang berkelanjutan.
Sehingga beliau dilantik oleh kepala dinas sebagai guru defikatif tingkat kabupaten Pekalongan
“Saya berharap jangan sampai anak-anak kita hanya menempuh pendidikan dasar. Mereka harus memiliki kesempatan untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi agar kelak mampu meraih cita-cita dan memperbaiki taraf hidup mereka,” ungkap Endang Sri Umarmi.
Menurutnya, masih terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan anak enggan melanjutkan sekolah, mulai dari keterbatasan ekonomi keluarga, minimnya motivasi, hingga kurangnya pemahaman tentang pentingnya pendidikan. Karena itu, pendekatan secara langsung dinilai menjadi cara yang lebih efektif untuk membangun kesadaran masyarakat.
Perjuangan tersebut bukan sekadar menjalankan tugas sebagai kepala sekolah. Lebih dari itu, langkah yang dilakukan Endang merupakan bentuk panggilan hati seorang pendidik yang tidak ingin melihat anak-anak di wilayahnya kehilangan kesempatan meraih masa depan yang lebih baik.
Kehadiran kepala sekolah yang datang langsung ke rumah warga pun mendapat respons positif dari masyarakat. Banyak orang tua merasa tersentuh atas perhatian yang diberikan pihak sekolah terhadap pendidikan anak-anak mereka.
Di tengah berbagai tantangan dunia pendidikan, apa yang dilakukan Endang Sri Umarmi menjadi bukti bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah sederhana. Satu pintu yang diketuk dapat membuka satu harapan. Satu anak yang berhasil kembali ke bangku sekolah dapat menjadi awal lahirnya generasi yang lebih maju.
Perjuangan Kepala SMP Satu Atap Wangkelang ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Ketika masih ada anak yang terancam putus sekolah, masih ada harapan yang harus diperjuangkan.
Sebab bagi Endang Sri Umarmi, setiap anak yang berhasil kembali ke sekolah bukan sekadar bertambahnya jumlah siswa, melainkan terselamatkannya satu masa depan, satu keluarga, bahkan satu generasi.
GERTAK.ID angkat berita sesuai fakta