daerah

Gubernur Banten dan Bupati Lebak Tinjau SPMB 2026, Pastikan Akses Pendidikan Berjalan Adil dan Transparan

Selasa, 23 Juni 2026 | 02:06 WIB
Keterangan Foto: Gubernur Banten Andra Soni bersama Bupati Lebak Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya saat meninjau pelaksanaan SPMB Tahun 2026/2027 di SMA Negeri 1 Rangkasbitung./Dok.Protokollebak/Gertak.id

GERTAK.ID, LEBAK - Gubernur Banten Andra Soni didampingi Bupati Lebak Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya meninjau pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di SMA Negeri 1 Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Senin (22/6/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan proses penerimaan peserta didik baru berlangsung transparan, objektif, akuntabel, serta memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh calon siswa dalam memperoleh akses pendidikan.

Saat berada di lokasi, Andra Soni berdialog langsung dengan pihak sekolah dan panitia pelaksana SPMB. Ia juga memantau mekanisme pendaftaran serta sistem pelayanan yang diterapkan sekolah guna memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai ketentuan.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Banten kembali menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Banten untuk mengawal pelaksanaan SPMB agar terbebas dari praktik kecurangan, pungutan liar, maupun penyalahgunaan kewenangan.

Menurutnya, perluasan akses pendidikan tidak hanya dilakukan melalui pelaksanaan SPMB yang berkeadilan. Pemerintah Provinsi Banten juga terus memperluas cakupan program sekolah gratis sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesempatan masyarakat memperoleh pendidikan menengah.

“Yang kita harapkan adalah bagaimana akses pendidikan kita buka seluas-luasnya kepada anak-anak kita. Pertama, dengan memaksimalkan proses SPMB yang berkeadilan. Kedua, dengan menyiapkan program sekolah gratis,” katanya.

Lebih lanjut, Andra menjelaskan bahwa program sekolah gratis saat ini telah melibatkan ratusan sekolah swasta di Provinsi Banten.

Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan kuota bagi sekitar 10 ribu siswa madrasah aliyah swasta untuk mendapatkan manfaat program tersebut pada tahun ini.

“Saat ini 801 lebih sekolah swasta di Provinsi Banten bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Banten. Kita juga tahun ini kurang lebih memberi kuota 10 ribu kepada siswa-siswi madrasah aliyah swasta yang ada di Provinsi Banten dalam program sekolah gratis,” ujarnya.

Menurut Andra, berbagai program tersebut diharapkan dapat mengurangi hambatan masyarakat dalam mengakses pendidikan menengah. Di sisi lain, program itu juga memberikan lebih banyak pilihan sekolah bagi calon peserta didik.

Karena itu, ia mengajak masyarakat ikut mengawasi pelaksanaan program pendidikan agar berjalan sesuai aturan dan tujuan yang telah ditetapkan.

“Harapan kami, mohon dukungannya agar setiap kejadian-kejadian yang kira-kira tidak bisa dibenarkan, mohon dilaporkan kepada kami agar kita bisa mengawal program ini sebaik-baiknya,” tandasnya.

Sementara itu, Bupati Lebak Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya menyampaikan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Lebak terhadap pelaksanaan SPMB yang menjunjung prinsip integritas dan keadilan.

Menurut Hasbi, pendidikan merupakan investasi penting dalam mencetak generasi unggul yang akan menjadi penerus pembangunan daerah.

Halaman:

Tags

Terkini