daerah

Jembatan Gantung Merah Putih Presisi Resmi Dibuka di Lebak Tipar, Permudah Mobilitas dan Dorong Perekonomian Warga

Minggu, 21 Juni 2026 | 14:58 WIB
Keterangan Foto: Kepala Desa Lebak Tipar bersama unsur Forkopimcam dan warga saat peresmian Jembatan Gantung Merah Putih Presisi di Kampung Tipar, Kecamatan Cilograng./Dok.Pemdes Lebak Tipar

GERTAK.ID, LEBAK - Masyarakat Kampung Tipar, Desa Lebak Tipar, Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak, kini memiliki akses penghubung yang lebih aman dan layak setelah Jembatan Gantung Merah Putih Presisi sepanjang 39 meter resmi dibuka untuk digunakan masyarakat pada Minggu (21/6/2026).

Peresmian jembatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Desa Lebak Tipar, Didi Dulyani, M.H., didampingi Camat Cilograng Tatang Kusmana, SKM., M.Si., serta Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Lebak Tipar. Kegiatan itu turut disaksikan warga setempat yang sejak awal mengikuti proses pembangunan hingga akhirnya jembatan dapat dimanfaatkan sebagai sarana penghubung antarwilayah.

Pembukaan jembatan ini merupakan bagian dari Program Jembatan Gantung Merah Putih Presisi yang digagas Polri untuk membuka akses di wilayah yang selama ini menghadapi hambatan geografis. Program tersebut mulai menjangkau sejumlah desa di berbagai daerah, termasuk di Provinsi Banten.

Di Kabupaten Lebak, sebanyak 42 titik jembatan gantung direncanakan dibangun secara bertahap. Desa Lebak Tipar menjadi salah satu lokasi prioritas karena membutuhkan akses penghubung yang lebih representatif guna mendukung aktivitas masyarakat.

Keberadaan jembatan ini dinilai strategis karena menjadi jalur utama yang menghubungkan Kampung Tipar dan Kampung Wangun. Sebelum jembatan dibangun, mobilitas warga maupun distribusi hasil pertanian kerap terkendala, terutama saat musim hujan ketika debit air sungai meningkat.

Kepala Desa Lebak Tipar, Didi Dulyani, mengatakan peresmian jembatan tersebut menjadi momentum penting yang telah lama dinantikan masyarakat.

“Hari ini menjadi hari yang membahagiakan bagi masyarakat Desa Lebak Tipar. Jembatan Gantung Merah Putih Presisi sepanjang 39 meter ini bukan hanya sebuah bangunan fisik, tetapi menjadi simbol hadirnya negara dalam menjawab kebutuhan masyarakat desa yang selama ini membutuhkan akses penghubung yang aman dan layak,” ujar Didi.

Menurutnya, keberadaan jembatan itu akan memberikan dampak langsung terhadap aktivitas sosial maupun perekonomian warga.

“Jembatan ini akan memperlancar mobilitas warga, memudahkan anak-anak menuju sekolah, mempercepat akses pelayanan masyarakat, serta memperlancar distribusi hasil pertanian yang menjadi sumber penghidupan utama warga kami,” katanya.

Didi juga menyampaikan apresiasi kepada Kapolri beserta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan jembatan tersebut.

“Atas nama Pemerintah Desa Lebak Tipar dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolri beserta jajaran Polri. Program Jembatan Gantung Merah Putih Presisi ini memberikan manfaat yang sangat besar bagi masyarakat kami. Semoga sinergi antara Polri dan pemerintah desa terus terjalin untuk menghadirkan program-program yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan komitmen pemerintah desa untuk terus membangun kolaborasi yang harmonis bersama Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Pemerintah Desa Lebak Tipar akan senantiasa membangun kolaborasi yang sinergis dengan institusi Polri guna ikut menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di lingkungan masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, Didi berharap program pembangunan yang digagas Polri tidak berhenti pada pembangunan jembatan gantung semata, tetapi dapat berlanjut melalui program lain yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

Halaman:

Tags

Terkini