Gertak.id | Kabupaten Bandung — Kerusakan infrastruktur kembali jadi alarm keras. Jalan Nanjung di Kampung Cibeureum, Desa Mekar Rahayu, Kecamatan Margaasih, amblas dan mengancam keselamatan warga. Ruas ini bukan jalan biasa—ia adalah urat nadi mobilitas masyarakat sekaligus akses vital menuju Tol Margaasih.
Bupati Bandung, Dadang Supriatna, turun langsung ke lokasi pada Jumat (24/4/2026). Tanpa basa-basi, ia menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Bandung untuk segera bergerak.
“Mulai Senin minggu depan harus sudah dikerjakan!” tegasnya, memberi tenggat jelas sekaligus tekanan agar tidak ada lagi alasan lambat.
Kerusakan terjadi di sisi pinggir badan jalan yang retak lalu amblas. Hujan deras dalam beberapa waktu terakhir mempercepat abrasi tanah, membuat struktur jalan kehilangan daya dukungnya. Namun cuaca bukan satu-satunya biang masalah.
Fakta di lapangan menunjukkan, jalan kelas C ini dipaksa menanggung beban kendaraan kelas A—truk-truk besar bertonase tinggi yang saban hari melintas tanpa kendali. Ketimpangan ini ibarat memaksa jembatan kecil menahan beban raksasa—cepat atau lambat, ambruk adalah keniscayaan.
Kepala UPT Sarana Prasarana Wilayah Margahayu DPUTR, Deni Mulyana, mengakui kondisi tersebut. Ia menegaskan bahwa kombinasi hujan deras dan lalu lintas kendaraan berat menjadi penyebab utama kerusakan.
Upaya koordinasi pun sudah dilakukan, termasuk dengan pihak J&T Express, agar kendaraan bertonase besar dibatasi. Namun tanpa pengawasan ketat, imbauan berpotensi hanya jadi formalitas di atas kertas.