daerah

Layanan 110 Polres Sintang Jadi Jembatan Harapan, Bantu Keluarga Flores Urus Jenazah di Ambalau

Selasa, 31 Maret 2026 | 15:00 WIB
Terpisah Jarak Ratusan Kilometer, Layanan 110 Polres Sintang Bantu Urus Jenazah./Dok.Alex

Sintang, GERTAK.ID - Layanan darurat 110 kembali menunjukkan perannya sebagai penghubung penting bagi masyarakat. Di tengah keterbatasan jarak dan komunikasi, layanan ini menjadi jembatan harapan bagi keluarga yang terpisah ratusan kilometer.

Peristiwa ini bermula saat petugas piket layanan 110 Polres Sintang menerima sambungan dari Polres Badung, Polda Bali. Informasi yang disampaikan terkait seorang warga asal Flores, Nusa Tenggara Timur, yang tengah mencari kabar anggota keluarganya di Kecamatan Ambalau, Kabupaten Sintang.

Panggilan tersebut kemudian diteruskan kepada petugas terkait. Dari ujung sambungan, terdengar suara seorang ibu yang menyampaikan kekhawatirannya. Ia menanyakan kondisi anggota keluarganya yang diketahui telah meninggal dunia di Ambalau. Keluarga mengaku kesulitan mencari pihak yang dapat membantu proses pengurusan jenazah.

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas segera melakukan penelusuran. Hasil koordinasi menunjukkan bahwa informasi tersebut benar. Anggota keluarga yang dimaksud meninggal dunia akibat sakit di Puskesmas Kemangai, Kecamatan Ambalau.

Petugas kemudian menyampaikan kabar tersebut kepada pihak keluarga dengan pendekatan empatik. Tidak hanya berhenti pada penyampaian informasi, layanan 110 Polres Sintang juga langsung mengambil langkah lanjutan.

Koordinasi dilakukan dengan Kapolsek Ambalau guna membantu proses penanganan jenazah hingga pengurusan lebih lanjut. Dalam kondisi keterbatasan akses komunikasi di wilayah tersebut, peran kepolisian menjadi krusial sebagai penghubung lintas daerah.

Sinergi antarsatuan, mulai dari tingkat Mabes Polri, Polda Bali, hingga Polres Sintang dan Polsek Ambalau, memungkinkan penanganan berjalan cepat dan tepat, meski terpisah jarak yang jauh.

Kapolres Sintang, Sanny Handityo, menegaskan bahwa layanan 110 tidak hanya difungsikan untuk penanganan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga untuk membantu warga dalam situasi darurat kemanusiaan.

“Ini adalah bentuk komitmen kami dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Ketika ada warga yang mengalami kesulitan, apalagi dalam situasi duka seperti ini, sudah menjadi kewajiban kami untuk hadir dan membantu mencarikan solusi,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya koordinasi lintas wilayah dalam memastikan pelayanan tetap optimal tanpa terhalang jarak.

“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat tidak merasa sendiri. Melalui layanan 110, kami siap menjadi penghubung dan penolong, kapan pun dibutuhkan,” tegasnya.

Peristiwa ini menjadi gambaran nyata bahwa layanan darurat tidak hanya berfungsi sebagai pusat pengaduan, tetapi juga menghadirkan sentuhan kemanusiaan. Kepolisian hadir tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga sebagai penolong di saat masyarakat menghadapi situasi sulit.

Layanan 110 kembali menegaskan komitmennya untuk selalu hadir bagi masyarakat, kapan pun dan di mana pun dibutuhkan.***

Tags

Terkini