daerah

Menu MBG di SDN Mekarsari Disorot sejumlah pihak, Dapur Kujangjaya Beri Penjelasan Soal Komposisi dan Anggaran

Senin, 2 Maret 2026 | 18:05 WIB
Foto : Menu MBG di SDN Mekarsari Berupa Susu kemasan, singkong rebus, kurma, serta kacang koro dalam plastik./Dok.Ist

Lebak, Gertak.id - Penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Mekarsari, Desa Mekarsari, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Banten, pada Senin (02/03/2026), menuai sorotan dari sejumlah wali murid.

Menu yang diduga didistribusikan dari Dapur MBG Desa Kujangjaya tersebut dinilai belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi orang tua siswa. Berdasarkan informasi yang dihimpun, siswa menerima satu kotak susu kemasan, singkong rebus, kurma, serta kacang koro dalam plastik.

Komposisi tersebut menjadi perhatian karena didominasi sumber karbohidrat dari singkong, kurma, dan kacang koro. Sementara sumber protein utama dinilai berasal dari satu kotak susu.

Sebagai rujukan, pedoman “Isi Piringku” dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menganjurkan komposisi makan utama anak terdiri atas setengah piring karbohidrat dan sayur (dengan porsi sayur lebih banyak), serta setengah piring lauk berprotein dan buah, ditambah cukup minum air.

Selain itu, Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2019 yang ditetapkan melalui Peraturan Menteri Kesehatan menyebutkan kebutuhan energi anak usia 7–12 tahun berkisar 1.600–2.100 kilokalori per hari, dengan kebutuhan protein sekitar 35–45 gram per hari. Jika makan siang menyumbang sekitar 30–35 persen kebutuhan harian, maka menu idealnya menyediakan sekitar 500–700 kilokalori energi dan 10–15 gram protein.

Dari estimasi komposisi yang dibagikan, asupan energi diperkirakan berada pada kisaran 500–650 kilokalori dan didominasi karbohidrat. Sementara kandungan protein diperkirakan sekitar 8–10 gram, yang sebagian besar berasal dari susu. Menu tersebut juga tidak memuat sayuran segar maupun lauk protein padat seperti telur, tempe, tahu, ikan, atau ayam.

Sejumlah wali murid pun menyampaikan harapan agar pelaksanaan program dievaluasi.

“Kami berharap ada evaluasi dari pihak terkait agar penyaluran MBG benar-benar sesuai standar dan tidak terkesan asal-asalan,” ungkap salah satu wali murid yang enggan disebutkan identitasnya.

"Menu hari ini isinya singkong rebus, sekotak susu, dan kurma," ucapnya.

"Kalau soal anggarannya saya tidak tahu, karena kami tidak menghitungnya," tambahnya.

Sorotan serupa datang dari sejumlah aktivis pemerhati program MBG di Kabupaten Lebak. Mereka meminta dilakukan audit dan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan dapur MBG yang menyuplai ke SDN Mekarsari, termasuk standar komposisi menu dan kesesuaian penggunaan anggaran.

“Kami mendesak adanya evaluasi terbuka terhadap dapur MBG yang menyuplai ke SDN Mekarsari. Evaluasi perlu dilakukan untuk memastikan menu yang dibagikan benar-benar sesuai standar gizi dan ketentuan program,” ujar salah satu aktivis.

Menurut mereka, langkah tersebut diperlukan untuk menjaga kualitas pelaksanaan program serta memastikan tujuan pemenuhan gizi anak sekolah tercapai.

Menanggapi hal tersebut, pihak SPPG Desa Kujangjaya melalui Asisten Lapangan (Aslap) MBG Kecamatan Cibeber, Suryadi, memberikan klarifikasi saat dikonfirmasi media.

Halaman:

Tags

Terkini