Kab.Bandung, Gertak.id - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bandung menggelar Roadshow Akademi Literasi di 31 kecamatan se-Kabupaten Bandung.
Kegiatan bertajuk “Sosialisasi Peran, Tugas dan Program Kerja serta Peningkatan Kapasitas Bunda Literasi Tingkat RW se-Kabupaten Bandung” ini memasuki pelaksanaan kedua dan digelar di Pendopo Kecamatan Soreang, Jumat (20/02/2026).
Roadshow tersebut melibatkan para Ibu RW se-Kecamatan Soreang dengan tujuan mendorong peningkatan minat baca dan memperkuat peran Bunda Literasi di tingkat kewilayahan. Program ini menjadi bagian dari strategi pembudayaan literasi berbasis komunitas yang menyasar keluarga sebagai fondasi utama.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bandung, Drs. H. Yudi Abdurahman, M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan inisiasi Bunda Literasi Kabupaten Bandung, Hj. Emma Dety Permanawati.
Ia menegaskan, roadshow ini menjadi langkah konkret dalam membangun budaya baca secara bertahap dan berkelanjutan.
"Program ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang pembentukan masyarakat literat, sejalan dengan misi kami dalam membangun ekosistem literasi yang inklusif dan berkelanjutan," ujarnya.
Menurutnya, budaya baca tidak dapat dibentuk secara instan. Karena itu, pendekatan yang digunakan diarahkan agar minat tumbuh secara alami—berawal dari rasa suka, kemudian menjadi kebiasaan, hingga akhirnya mengakar sebagai budaya di tengah masyarakat.
Dalam implementasinya, Bunda Literasi tingkat RW berperan sebagai role model yang mendorong pola asuh anak dan remaja agar gemar membaca. Kampanye literasi dilakukan melalui keluarga, termasuk pemanfaatan kegiatan posyandu dan sosialisasi melalui Program 6 SPM. Pendekatan ini menempatkan orang tua sebagai agen utama perubahan literasi di lingkungan masing-masing.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembudayaan Kegemaran Membaca dan Pelestarian Bahan Pustaka Naskah Kuno Dispusip Kabupaten Bandung, Dra. Hj. Hendriyati, S.Sos., menambahkan bahwa Akademi Literasi juga menghadirkan penggerak literasi desa yang berperan dalam meningkatkan kapasitas masyarakat agar lebih melek informasi dan mandiri.
"Melalui kegigiatan ini Bunda Literasi bertanggung jawab memberikan informasi, sosialisasi, dan kampanye tentang pentingnya literasi kepada masyarakat. Mereka mendukung pengembangan perpustakaan komunitas, taman bacaan masyarakat (TBM), dan kegiatan seperti read aloud atau storytelling untuk anak-anak."ungkapnya
Selain itu, mereka bersinergi dengan pemerintah daerah, PKK, dan stakeholder lain untuk memasyarakatkan budaya membaca sejak dini," pungkasnya.
Melalui roadshow yang digelar secara bertahap di 31 kecamatan, Dispusip Kabupaten Bandung berharap penguatan kapasitas Bunda Literasi di tingkat RW mampu memperluas gerakan literasi hingga ke lingkup keluarga dan komunitas terkecil.