daerah

Debit Danau Kerinci Menurun, PLTA Merangin Hidro Sebut Faktor Curah Hujan

Kamis, 5 Februari 2026 | 17:53 WIB
PLTA Merangin Hidro Tegaskan Operasional Tidak Ganggu Debit Danau Kerinci

gertak.id-Kerinci-Pihak PLTA Merangin Hidro Kerinci memberikan klarifikasi terkait menurunnya debit air Danau Kerinci, Jambi, yang belakangan menjadi perhatian masyarakat.

Klarifikasi tersebut disampaikan oleh Humas PLTA Merangin Hidro Kerinci, Asroli, dalam pertemuan yang digelar di Aula Hotel Mahkota Sungai Penuh, Kamis (5/2/2026), dan dihadiri oleh wartawan serta perwakilan LSM dari wilayah Kerinci dan Sungai Penuh.

Dalam keterangannya, Asroli menegaskan bahwa penurunan debit air Danau Kerinci tidak disebabkan oleh aktivitas operasional PLTA Merangin Hidro.

Menurutnya, faktor utama yang memengaruhi kondisi tersebut adalah menurunnya curah hujan secara signifikan dalam beberapa waktu terakhir, khususnya sepanjang Januari 2026.

Asroli memaparkan data analisis curah hujan yang menunjukkan adanya penurunan intensitas hujan secara drastis, yang berdampak langsung terhadap volume air Danau Kerinci.

“Kami tidak sedang membela diri. Data menunjukkan curah hujan memang turun drastis dan itu berdampak langsung pada debit air Danau Kerinci,” ujar Asroli di hadapan peserta pertemuan.

Ia menjelaskan bahwa selama Januari 2026, intensitas hujan berada pada level yang sangat rendah dibandingkan periode normal.

Dalam kondisi tersebut, kata Asroli, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bahkan sempat melakukan teknologi modifikasi cuaca berdasarkan pertimbangan teknis tertentu.

Asroli menyebutkan bahwa pada periode tertentu, BNPB melakukan modifikasi cuaca untuk mengendalikan hujan, termasuk dalam situasi di mana hujan justru ditahan agar tidak turun.

Lebih lanjut, Asroli menjelaskan bahwa kebutuhan air untuk mengoperasikan PLTA Merangin Hidro mencapai sekitar 100 meter kubik per detik.

Jika kebutuhan tersebut sepenuhnya mengandalkan air dari Danau Kerinci, menurutnya, danau berpotensi mengalami penyusutan dalam waktu relatif singkat.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa PLTA Merangin Hidro tidak hanya bergantung pada Danau Kerinci dalam operasional pembangkit listrik.

“PLTA lebih banyak memanfaatkan pasokan air dari Sungai Batang Merangin,” jelas Asroli.

Ia menambahkan bahwa sekitar 40 persen air yang digunakan untuk mengoperasikan tiga unit turbin berasal dari Danau Kerinci, sementara 60 persen lainnya disuplai dari Sungai Batang Merangin.

Halaman:

Tags

Terkini