Lebak, Gertak.id - Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kecamatan Muncang menggelar Apel Peringatan Hari Desa Nasional (Hardesnas) Tahun 2026 yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan, Selasa pagi (20/1/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Lapangan SMPN 1 Muncang dan diikuti oleh seluruh unsur pemerintahan serta lembaga desa se-Kecamatan Muncang.
Apel yang dimulai pukul 07.30 WIB ini dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), seluruh kepala desa, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), lembaga desa, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kecamatan Muncang. Kehadiran lintas unsur tersebut mencerminkan kuatnya sinergi dan komitmen bersama dalam memperkuat posisi desa sebagai fondasi pembangunan nasional.
Camat Muncang yang bertindak sebagai Inspektur Apel menyampaikan amanat yang menekankan pentingnya peringatan Hari Desa Nasional sebagai momentum refleksi sekaligus penguatan tekad seluruh pemangku kepentingan desa.
Ia menegaskan bahwa desa tidak lagi diposisikan sebagai objek pembangunan, melainkan subjek utama penentu arah kemajuan daerah dan bangsa.
“Desa hari ini adalah pusat peradaban baru. Dari desa lahir ketahanan pangan, ketahanan sosial, hingga ketahanan budaya. Hardesnas harus menjadi pengingat bahwa membangun Indonesia dimulai dari membangun desa dengan sungguh-sungguh,” ujar Camat Muncang dalam amanatnya.
Pelaksanaan apel dipimpin oleh petugas dari unsur perangkat desa se-Kecamatan Muncang. Seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib dan penuh antusiasme, mencerminkan semangat kolektif aparatur desa dalam menjalankan peran pelayanan publik.
Perwakilan APDESI Kecamatan Muncang menyampaikan bahwa peringatan Hari Desa Nasional tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan menjadi ruang konsolidasi dan penguatan peran kepala desa beserta seluruh elemen desa dalam menghadapi tantangan pembangunan ke depan.
“Hardesnas ini menjadi momentum menyatukan langkah. Kepala desa, perangkat, BPD, dan lembaga desa harus berjalan seirama. Tantangan desa ke depan semakin kompleks, maka solidaritas dan integritas adalah kunci,” ungkapnya.
Ia menambahkan, desa-desa di Kecamatan Muncang terus didorong untuk berinovasi, mengelola anggaran secara transparan, serta adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Menurutnya, kekuatan desa terletak pada kemampuannya menyerap dan menjawab aspirasi warga secara nyata.
Sementara itu, salah satu perwakilan BPD menilai apel Hardesnas sebagai bentuk pengakuan terhadap peran desa yang selama ini menjadi garda terdepan pelayanan masyarakat.
“Sering kali desa bekerja dalam keterbatasan, namun tanggung jawabnya sangat besar. Apel ini memberi semangat moral bahwa kerja-kerja desa diakui dan dihargai,” katanya.
Dukungan juga disampaikan unsur Forkopimcam yang menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi dan mengawal penyelenggaraan pemerintahan desa agar berjalan sesuai aturan, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.