daerah

Dokter Ilham Ungkap Cerita Relawan Aceh yang Tetap Bergerak di Tengah Duka

Rabu, 7 Januari 2026 | 07:37 WIB
Dokter Ilham ceritakan Kisah Relawan Bener Meriah Tetap Salurkan Bantuan Meski Berduka./Dok.Instagram/dr.ilhamsyhputra

Aceh, Gertak.id - Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera pada akhir November 2025 masih menyisakan duka mendalam. Ribuan orang dilaporkan meninggal dunia, sementara ratusan ribu lainnya harus bertahan hidup dalam kondisi yang belum pulih sepenuhnya pascabencana.

Di tengah proses penanganan dan penyaluran bantuan, muncul kisah kemanusiaan yang dibagikan oleh dokter sekaligus relawan, Ilham Syahputra, saat menjalankan tugas kemanusiaan di Aceh. Kisah tersebut ia sampaikan melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya, @dr.ilhamsyhputra, pada Selasa, 6 Januari 2026.

Dalam video itu, Dokter Ilham menceritakan pengalamannya bertemu seorang relawan lokal di Kabupaten Bener Meriah yang turut membantu proses pemetaan wilayah dan penyaluran bantuan pada hari pertama.

“Sisi kemanusiaanku diuji. Ada satu kejadian di Bener Meriah, Aceh, ketika aku menjadi relawan di sana, aku dan tim turun mencari relawan lokal di sana,” ujarnya.

Ia menjelaskan, relawan tersebut berperan aktif mendampingi tim dalam mendistribusikan bantuan. Agenda penyaluran pun direncanakan berlanjut keesokan harinya. Namun, situasi berubah ketika relawan itu menghubungi Dokter Ilham dan meminta bantuan untuk memeriksa kondisi ibunya yang tengah sakit.

“Keesokan paginya, sebelum berangkat, relawan ini menghubungi aku, ‘Dok, boleh tolong ke rumah nggak? Cek kondisi ibu aku, ibu aku sakit.’ Aku datang dengan satu orang tim,” tutur Ilham.

Hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi sang ibu cukup serius. Ia memiliki riwayat hipertensi disertai pembengkakan dan sesak napas. Dokter Ilham kemudian menyarankan agar pasien segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lanjutan.

“Saat dibawa ke mobil, ibu merintih kesakitan, lalu ketika hendak berangkat mengalami penurunan kesadaran. Di situ sebagai dokter, langsung cek kesadaran, tidak respons. Cek arteri karotisnya, masih ada tapi tipis,” jelasnya.

Meski sempat mendapatkan penanganan di Instalasi Gawat Darurat (IGD), nyawa sang ibu tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia. Peristiwa tersebut membuat Dokter Ilham dan tim memutuskan untuk menunda sementara agenda distribusi bantuan.

“Aku paham rasa sakitnya saat seorang ibu meninggal. Lalu ku bilang ke tim kalau cancel dan fokus pada relawan dan kita kasih bantuan moral dan sedikit bantuan untuk keluarganya,” ungkapnya.

Pada malam harinya, tim relawan turut menghadiri tahlilan di rumah duka. Di momen itu, Dokter Ilham kembali tersentuh oleh sikap relawan tersebut yang tetap memikirkan kelanjutan penyaluran bantuan bagi warga terdampak bencana.

“Dia bilang, ‘Dok, makasih ya udah bantu. Untuk besok, gimana ya? Kita mau kemana? Kita salurkan bantuan kemana lagi?’” tuturnya.

“Kan yang butuh bantuan kamu di sini, kenapa masih sempat memikirkan yang lain?” tambahnya.

Unggahan video tersebut mendapat respons luas dari warganet. Sejumlah komentar berisi apresiasi dan doa atas ketulusan relawan tersebut memenuhi kolom komentar.

Halaman:

Tags

Terkini